Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Xabi Alonso Nganggur! Ini 6 Klub Raksasa yang Siap Tampung Sang Maestro Usai Dipecat Real Madrid

Beraupost • Sabtu, 17 Januari 2026 | 10:30 WIB
Xabi Alonso. (IST)
Xabi Alonso. (IST)

BERAU POST - Dunia Xabi Alonso menjadi pemimpin ruang ganti Real Madrid hancur begitu saja.

Setelah kepergiannya agak kurang terhormat dari bangku pelatih Santiago Bernabeu, yang kini pastinya akan menjadi salah satu manajer paling diincar di Eropa.

Awal musim saat penunjukkan Alonso sebagai pengganti Carlo Ancelotti sangat berbeda hingga akhir masa jabatannya.

Dimulai dengan positif, kemudian segalanya berantakan terutama di ruang ganti Los Blancos terutama setelah kalah dari Barcelona di final Piala Super Spanyol.

Pelatih yang sekaligus legenda tim ibu kota ini gagal bertahan dalam lingkungan manajerial yang bisa dibilang paling rumit dalam olahraga ini.

Tetapi prestasi selama masa jabatannya di Bayer Leverkusen tetap segar dalam ingatan calon pemberi kerja setelah kehidupan di Madrid

Ahli taktik berusia 44 tahun ini akan tetap menjadi kandidat menarik bagi klub-klub besar di seluruh dunia.

Masih muda, memiliki taktik yang tajam, dan rekam jejak yang terbukti mengingat kesuksesan yang gemilang selama masa jabatannya di Jerman.

Terlepas dari bagaimana masa kepemimpinannya bersama Los Blancos berakhir, Alonso akan tetap berada di puncak daftar kandidat bagi sejumlah klub dalam beberapa bulan mendatang.

Berikut enam klub yang berpotensi mengakusisi jasa manajer asal Spanyol ini.

1. Tottenham Hotspur

Bisa dibilang era Thomas Frank di Tottenham Hotspur tidak berjalan sesuai rencana selama enam bulan pertama ini.

Pelatih asal Denmark ini terus mendapat tekanan sebagai manajer Spurs, dengan tren yang ditunjukkan menuju kea rah negatif.

Menunjuk Alonso untuk menggantikan Frank yang sedang kesulitan tampak keputusan mudah bagi The Lilywhites.

Mantan bos Madrid ini telah membuktikan selama masa jabatannya di Jerman bahwa ia mampu mengeluarkan bakat-bakat tersembunyi.

Merekrut salah satu manajer yang masih muda juga akan menjadi sinyal yang jelas dari Tottenham dalam upaya mereka untuk kembali ke jajaran papan atas Liga Inggris, yang tidak mereka miliki sejak musim lalu.

Namun demikian, Alonso bergabung dengan Spurs tampaknya sulit dibayangkan untuk saat ini.

Pelatih asal Spanyol ini kemungkinan akan menerima tawaran yang lebih menarik daripada bergabung dengan tim yang saat ini berada di peringkat ke-14 liga untuk sementara.

Sementara, Spurs jelas tidak berada di level beberapa tim lain yang saat ini berpeluang bisa mengejar Alonso dan harus dikatakan bahwa bayangan dirinya memimpin Tottenham terasa terlalu tidak nyata untuk menjadi kenyataan.

2. Paris Saint-Germain

Paris Saint-Germain memenangkan semua gelar yang bisa dimenangkan musim lalu sekaligus menjadi tim terbaik di dunia di bawah olahan Luis Enrique.

Namun, pelatih asal Spanyol ini belum memastikan masa depannya saat kontraknya akan berakhir pada musim panas 2027.

Namun, Enrique membantah laporan tersebut walau hingga saat ini penanda tanganan kontrak baru belum terlihat oleh pelatih berusia 55 tahun ini yang sudah memutuskan untuk meninggalkan klub raksasa, seperti yang dapat dibuktikan oleh Barcelona.

Kesuksesan PSG di musim 2024/2025 datang setelah Les Parisiens mengubah gaya lama dengan menyingkirkan semua pemain bintang dan menyatukan permainan secara kolektif yang memiliki kekuatan kolektif dari tim taktik solid Enrique.

Alonso sendiri membuktikan kemampuannya sebagai ahli taktik di Leverkusen, tetapi mencoba menerapkan taktik tersebut di Real Madrid dengan tim yang penuh dengan pemain kelas dunia menjadi kontribusi utama pada kejatuhannya.

Alonso bisa saja cocok dengan profil manajer yang kemungkinan akan diincar oleh klub Paris tersebut.

Dan akan sulit untuk menemukan tujuan yang lebih menarik. Namun demikian, kepergian Enrique dalam waktu dekat masih mustahil.

3. Manchester United

Manchester United sekali lagi memulai dari nol setelah Ruben Amorim menjadi manajer terbaru yang gagal dalam upayanya memimpin kebangkitan Setan Merah di era pasca-Sir Alex Ferguson di Old Trafford.

Mantan pemain Michael Carrick ditunjuk sebagai pelatih kepala sementara untuk sisa musim ini.

Tetapi jajaran manajemen United masih mencari manajer tetap yang kemungkinan akan ditunjuk pada musim panas mendatang sebagai rencana jangka panjang.

Di bawah Amorim, United menggunakan sistem 3-4-2-1 yang disukai pelatih asal Portugal itu, dengan merekrut pemain sesuai dengan kebutuhan formasi.

Skema tersebut adalah sistem yang mirip dengan yang digunakan Alonso selama masa jabatannya di Stadion BayArena.

Jelas bahwa United masih membutuhkan banyak talenta baru jika ingin kembali berjaya, tetapi jika Amorim mendapat dukungan penuh dari dewan direksi selama masa jabatannya.

Alonso bisa mengharapkan hal yang sama apabila mendapat dari tawaran raksasa Inggris ini.

Ditambah lagi, kesempatan untuk memulai dari nol dan mencoba membangkitkan raksasa yang tertidur adalah prospek yang menarik untuk membangkitkan kembali rapor buruk Alonso setelah keruntuhannya di Spanyol.

Tetapi, Alonso sudah pernah menolak tawaran dari Setan Merah di masa lalu, dan hubungannya dengan Liverpool mungkin akan mempersulitnya untuk meyakinkan manajer, klub, dan para pendukung untuk sang legenda bergabung.

4. Bayern Munchen

Tim raksasa Eropa lain yang pernah mengincar jasa Alonso adalah Bayern Munchen setelah ia menyelesaikan musim yang tak terkalahkan bersama Leverkusen pada 2023/2024.

Bayern sedniri berpisah dengan Thomas Tuchel sebelum akhirnya memilih Vincent Kompany.

Sekarang Alonso tanpa klub, Die Roten termasuk di antara raksasa Eropa yang memantau situasinya.

Manajer asal Spanyol ini adalah sosok yang terbukti handal di Bundesliga, sosok yang sudah membuktikan segalanya di sepak bola Jerman ketika mencetak sebuah sejarah.

Selain itu, juru taktik 44 tahun itu juga memiliki sejarah dengan Bayern karena ia menghabiskan tiga musim terakhir karier bermainnya di Bavaria.

Jika raksasa Jerman itu mencari manajer baru, nama Alonso kemungkinan besar akan berada di puncak daftar.

Namun, saat ini tampaknya Bayern tidak sedang mencari pelatih baru. Kompany telah melangkah maju di musim keduanya sebagai dengan memimpin Harry Kane dkk tak terkalahkan di liga domestik.

Kompany juga mendapatkan perpanjangan kontrak pada bulan Oktober yang berlaku hingga akhir musim 2028/2029.

Kecuali terjadi penurunan performa besar dalam lima bulan ke depan secara mendadak sehingga memaksa Bayern mencari sosok pemimpin baru.

5. Manchester City

Meskipun Pep Guardiola masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga musim panas 2027 mendatang, spekulasi seputar potensi masa depannya di akhir musim ini tetap intens dengan berbagai rumor berdatangan.

Mantan manajer Chelsea, Enzo Maresca, disebut-sebut sebagai calon pengganti kuat Guardiola di Etihad, tetapi laporan terbaru juga menunjukkan bahwa nama Alonso sedang dipertimbangkan sebagai penerus manajer asal Catalan ini jika pergi.

Meskipun Alonso bukanlah tipe pelatih yang ideal untuk menjadi penerus Guardiola, ia memang belajar dari Guardiola selama dua tahun bermain di bawah asuhannya saat berseragam Bayern Munchen.

Gaya permainan menyerang yang menarik dari Alonso saat menukangi Leverkusen bisa lebih mudah ditiru di City daripada di Madrid.

Mengingat The Citizens telah menjadi klub yang sangat berkomitmen pada pendekatan taktis selama dekade terakhir.

Alonso bisa jadi merupakan evolusi dari era Guardiola, tetapi jika mantan ahli taktik Barcelona itu menepati janjinya dan bertahan di Manchester untuk musim berikutnya, maka kemungkinan penunjukan Alonso akan gagal.

6. Liverpool

Liverpool tampaknya menjadi tempat yang paling mungkin bagi Alonso untuk melanjutkan karier manajerialnya dan perbedaannya sangat mencolok.

Terlalu banyak faktor yang menjadikan Anfield sebagai tujuan paling sempurna.

Setelah musim debut yang fenomenal bersama The Reds, Arne Slot gagal memberikan hasil di masa jabatan keduanya, dan ia tetap berada di bawah tekanan besar untuk membalikkan keadaan atau pekerjaannya bisa terancam serius.

Bahkan sebelum klub asal Marseyside menunjuk pelatih asal Belanda itu, Alonso adalah target impian untuk menggantikan Jurgen Klopp sebelum ia memilih untuk tetap satu tahun lagi di Leverkusen.

Sekarang Alonso tersedia di pasar bebas pelatih, Liverpool dapat kembali menunjukkan minat mereka jika kesulitan di bawah Slot terus berlanjut.

Eks manajer Madrid ini juga pernah menghabiskan lima tahun bermain untuk The Reds dan berulang kali menyatakan kecintaannya pada klub selama bertahun-tahun.

Liverpool juga baru-baru ini mengakuisisi dua pemain yang sangat penting bagi kesuksesan Alonso di Jerman, Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz.

Kedua pemain tersebut mengalami awal karier yang lambat di Inggris, dan sang manajer menjadi orang yang tepat untuk membuka potensi mereka.

Mengingat semua keadaan yang berkontribusi, reuni antara Alonso dan Liverpool sangat masuk akal dari semua sudut pandang.

Dan mungkin hanya masalah waktu sebelum hal itu menjadi kenyataan, yaitu Slot masih menjabat di Anfield hingga detik ini. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Klub #potensi #xabi alonso