Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

John Herdman vs Van Bronckhorst: Exco PSSI Bocorkan Calon Pelatih Baru Timnas yang Makin Mengerucut

Beraupost • Jumat, 19 Desember 2025 | 06:58 WIB
John Herdman makin dekat ke Timnas Indonesia. (Dok. Globe and Mail/Nathan Denette)
John Herdman makin dekat ke Timnas Indonesia. (Dok. Globe and Mail/Nathan Denette)

BERAU POST - Sebelum dikabarkan makin dekat ke Timnas Indonesia, John Herdman sempat menolak melatih Honduras dan Jamaika, langkah yang langsung mengundang perhatian publik sepak bola internasional.

Keputusan ini muncul saat PSSI memasuki fase akhir penentuan pelatih baru tim nasional.

PSSI kini tinggal selangkah lagi menetapkan nahkoda anyar Timnas Indonesia untuk proyek jangka panjang.

Nama John Herdman menguat sebagai kandidat terdepan yang segera diumumkan resmi.

Informasi tersebut disampaikan Anggota Exco PSSI, Endri Erawan, yang menyebut proses seleksi telah mengerucut.

Dari banyak nama, hanya John Herdman dan Giovanni van Bronckhorst yang menjalani wawancara intensif.

Hasil evaluasi internal menempatkan Herdman di posisi paling kuat untuk mengisi kursi pelatih kepala. Pengumuman resmi bahkan diproyeksikan terjadi sebelum pergantian tahun.

Jika resmi ditunjuk, keputusan ini akan menjadi babak baru dalam perjalanan karier Herdman. Pelatih asal Inggris berusia 50 tahun tersebut memiliki reputasi kuat di level internasional.

Nama Herdman melejit saat menangani Timnas Kanada di ajang kualifikasi Piala Dunia. Ia sukses membawa Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 Qatar setelah penantian panjang.

Di bawah arahannya, Kanada tampil dengan permainan terstruktur, disiplin, dan penuh energi. Herdman dikenal piawai menyatukan pemain dari latar belakang berbeda dalam satu visi besar.

Pendekatan kepelatihan tersebut membuat Herdman mendapat respek luas di kawasan CONCACAF. Ia dinilai mampu bekerja di bawah tekanan tinggi, terutama pada fase kualifikasi krusial.

Rekam jejak itu pula yang membuat PSSI kepincut pada sosok Herdman. Federasi membutuhkan pelatih berpengalaman yang sanggup mengawal transisi generasi Timnas Indonesia.

Menariknya, sebelum mengarah ke Indonesia, Herdman sempat menjadi incaran serius di Amerika Tengah. Honduras menjadikannya kandidat utama pengganti Reinaldo Rueda.

Federasi Honduras menilai Herdman ideal untuk memimpin tim menuju Piala Dunia 2026. Pengalamannya di kualifikasi regional dianggap sangat relevan dengan kebutuhan mereka.

Tak hanya Honduras, Jamaika juga bergerak cepat mendekati Herdman. Komunikasi terjalin setelah Steve McClaren melepas jabatan pelatih kepala.

Dua tawaran dari kawasan CONCACAF itu datang hampir bersamaan. Namun Herdman memilih menolaknya demi fokus pada peluang lain yang lebih menantang.

Pilihan tersebut akhirnya mengarah ke Asia, tepatnya Indonesia. Herdman tertarik pada proyek jangka panjang yang disiapkan PSSI untuk tim nasional.

Keputusan menolak Honduras dan Jamaika mencerminkan ambisi besar dalam karier kepelatihannya.

Herdman siap keluar dari zona nyaman dan menghadapi lingkungan sepak bola baru.

Tantangan di Asia tentu berbeda dengan CONCACAF. Faktor kultur, karakter pemain, hingga dinamika kompetisi menjadi ujian tersendiri.

Namun Herdman dikenal sebagai pelatih adaptif dan komunikatif. Pengalaman lintas budaya menjadi modal penting untuk menyesuaikan diri di Indonesia.

Bagi PSSI, profil Herdman dinilai sejalan dengan kebutuhan tim nasional saat ini. Ia terbiasa membangun fondasi tim dari bawah dengan target jelas.

Pengalaman mengelola tekanan publik dan ekspektasi tinggi juga menjadi nilai tambah. Situasi tersebut kerap hadir dalam perjalanan Timnas Indonesia.

Jika kesepakatan resmi tercapai, Indonesia akan mendapatkan pelatih dengan visi permainan modern. Rekam jejaknya memberi harapan realistis untuk bersaing lebih jauh di Asia.

Di sisi lain, kawasan CONCACAF harus rela kehilangan sosok pelatih potensial. Herdman dipandang sebagai salah satu figur elite di siklus kualifikasi mendatang.

Penolakan terhadap Honduras dan Jamaika menegaskan arah pilihan Herdman. Indonesia menjadi panggung baru untuk membuktikan kapasitasnya.

Kini publik sepak bola nasional tinggal menunggu pengumuman resmi dari PSSI. Segala proses disebut berjalan sesuai rencana tanpa hambatan berarti.

Jika tak ada aral melintang, Herdman segera memulai tugas barunya bersama Timnas Indonesia. Harapan besar pun ikut mengiringi langkah awalnya di kancah Asia.

Editor : Nurismi
#pelatih timnas indonesia #calon #John Herdman #pssi