Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

10 Tahun Berlalu! Lorenzo Ungkap Kunci Kemenangan Penuh Tekanan di Final Valencia 2015

Beraupost • Minggu, 16 November 2025 | 10:05 WIB

 

Jorge Lorenzo. (DOK CRASH)
Jorge Lorenzo. (DOK CRASH)

BERAU POST - Sang juara dunia MotoGP tiga kali, Jorge Lorenzo mengingat kembali, dia menutup akhir musim 2015 dengan berbuah manis berhasil meraih gelar juara.

Dilansir laman Crash, mantan bintang Yamaha ini menikmati salah satu musim terbaiknya di kelas premier pada tahun 2015, saat ia memaksa perebutan gelar juara berlanjut ke putaran final di Valencia.

Babak akhir tahun 2015 diwarnai kontroversi menyusul bentrokan kontroversial di Sepang antara Valentino Rossi dan Marc Marquez, yang dipicu oleh The Doctor yang menuduh Marc berkonspirasi untuk menyabotasi upayanya dalam perebutan gelar.

Rossi diberi kesempatan start dari belakang grid untuk Valencia, setelah terkena penalti tiga poin penalti di Malaysia yang memicu penalti tersebut.

Sempat tertinggal tujuh poin di klasemen melawan rekan setimnya di Yamaha, Lorenzo mengubah posisi pole di Valencia menjadi kemenangan untuk ketujuh kalinya pada musim itu.
 
Dengan Rossi di posisi keempat setelah melaju dari belakang, Lorenzo dinobatkan sebagai juara MotoGP untuk ketiga kalinya hanya dengan selisih lima poin.

"Saya tak percaya 10 tahun telah berlalu," kenang Lorenzo.

Tahun ini menandai peringatan 10 tahun gelar juara dunia MotoGP terakhir Lorenzo, dengan pembalap Spanyol itu mengalahkan Rossi untuk gelar dengan selisih lima poin.

Berbicara kepada siaran MotoGP pada Sabtu sore tentang tahun 2015, Lorenzo berkata: “Wah, waktu berlalu sangat cepat.

“Saya sangat fokus. Saya sangat kuat, secara fisik, dan saya tahu saya akan berhasil. Jadi, saya berusaha memastikan tidak ada yang di luar kendali saya, bahwa semuanya baik-baik saja," ungkapnya saat berbicara ke siaran MotoGP.
 
“Jadi, saya sangat berhati-hati dengan mekanik saya agar seluruh motor sempurna dan tidak ada kesalahan apa pun," tambahnya.

Baginya dia berhasil melakukan kualfikasi terbaik dalam hidupnya. "Saya tidak gagal, saya tidak membuat kesalahan apa pun. Tekanan dari Honda sangat kuat, tapi saya tahu saya tidak akan gagal," jelasnya.

Perayaan yang diredam Yamaha atas gelar Lorenzo tahun itu menyebabkan hubungan keduanya retak, pada akhirnya Lorenzo bergabung dengan Ducati pada tahun 2017.

Lorenzo pensiun dari MotoGP pada akhir 2019, setelah menjalani musim tunggalnya bersama tim pabrikan Honda yang dirundung cedera. (smi)

Editor : Nurismi
#motogp #jorge lorenzo