BERAU POST - Penyerang timnas Indonesia U-17 Fadly Alberto Hengga memetik banyak pelajaran setelah kalah 0-4 dari Brasil pada pertandingan Grup H Piala Dunia U-17, Jumat (7/11).
Kekalahan tersebut membuat timnas menghuni posisi ketiga di klasemen sementara Grup H dengan nol poin.
”Yang bisa kita ambil ya itu adalah perlawanan dari Brasil yang sangat ketat sekali pressing-pressing-nya, tapi kita nggak lepas dari yang kita lakukan latihan waktu sebelum lawan Brasil,” kata Alberto seperti dilansir dari Antara usai pertandingan.
”Dari build up, mungkin pressing, dan kita bertahan total ya, karena kita menggunakan counter attack juga, itu yang bisa membuat kita mungkin golnya sedikit lawan Brasil,” ungkap dia.
Beberapa pemain timnas U-17 beberapa kali melakukan kesalahan mendasar saat melawan Brasil. Namun Alberto tidak mau menyalahkan rekan-rekannya.
”Mungkin ada yang nervous, sama kaget juga, mungkin dengan postur Brasil ataupun dengan pressing-pressing Brasil juga,” kata pemain Bhayangkara FC itu.
”Dari babak pertama sampai selesai, kami terus menguatkan sesama tim, sesama teman juga kan, meskipun ada yang buat kesalahan, kita bantu terus untuk jangan sampai dia merasa bersalah,” tutur Fadly Alberto Hengga.
Timnas U-17 masih memiliki sedikit harapan untuk lolos ke 32 besar. Mereka harus mendapatkan kemenangan pada laga melawan Honduras sambil berharap hasil-hasil pertandingan lainnya menguntungkan mereka.
”Tadi pelatih ngomong tidak ada yang tidak mungkin juga kan. Kita lawan Brasil cuma kalah 0-4, sedangkan Honduras 0-7. Nah itu menjadi tantangan kita untuk final besok untuk lawan Honduras masih bisa lolos,” tukas Fadly Alberto Hengga.
Sementara itu, Ketua umum PSSI Erick Thohir mengakui bahwa kekuatan Brasil masih jauh di atas timnas Indonesia U-17.
Kekalahan atas Brasil itu membuat Indonesia masih mengoleksi nol poin dari dua pertandingan, setelah pada laga pertama kalah 1-3 dari Zambia.
”Ya memang Brasil di atas kita jauh, dan kemarin kita ada kesempatan sama Zambia. Kita kecolongan tiga gol dalam tujuh menit. Di babak kedua kita main lebih bagus, ada banyak kesempatan tapi belum gol,” kata Erick.
”Tapi anak-anak saya rasa ini kesempatan, ini sejarah lho Indonesia lawan Brasil di Piala Dunia walaupun U-17,” imbuh dia.
Salah satu kelebihan para pemain Brasil dibanding Indonesia, menurut Erick, adalah banyaknya kesempatan bermain.
”Di Brasil itu mereka satu pemain bisa main 70 game (per tahun) tapi kita belum. Jadi kita harus buat terobosan sepertinya,” terang Erick.
Meski belum berhasil mendulang poin dari dua laga yang dimainkan, Erick mengaku tetap bangga kepada Pelatih Nova Arianto, segenap pemain, serta para pendukung timnas U-17.
Menatap laga terakhir fase grup melawan Honduras pada Senin (10/11), Erick masih optimistis timnas akan mendapat hasil positif.
”Harapannya menang. Zambia tadi sama Honduras, saya nggak melihat, katanya 3-1 di halftime. Artinya kalau hasilnya 3-1 (hasil akhir adalah Zambia menang 5-2) atau lebih, saya tidak tahu," ucap Erick.
”Artinya kita sama Honduras seimbang, jadi ada kesempatan. Tinggal semoga kita lihat cederanya. Tadi ada satu pemain back kita cedera, coba mudah-mudahan tidak begitu parah. Kita lihat saja,” ucap Erick. (jpg/smi)
Editor : Nurismi