BERAU POST - Oliver Bearman mengaku dirinya 'ketar-ketir' saat beradu roda melawan Max Verstappen di Grand Prix Mexico City akhir pekan lalu.
Dilansir laman Crash, pebalap Inggris berusia 20 tahun itu memanfaatkan kekacauan di depannya dan tampil gemilang untuk meraih hasil F1 terbaiknya.
Dengan finis keempat pada balapan hari Minggu, menyamai hasil terbaik Haas sejauh ini.
Bearman memanfaatkan momentum pertarungan Lewis Hamilton dan Verstappen untuk mendahului juara dunia empat kali itu dengan overtake oportunis, dan naik ke posisi ketiga berkat penalti waktu 10 detik Hamilton.
"George kehilangan kendali DRS karena mobil di depannya. Lalu Hamilton dan Max sedikit berbenturan, dan saya juga diuntungkan," ungkap Bearman.
Pada akhirnya ia tidak bisa menahan Verstappen, tetapi tetap mengamankan hasil yang luar biasa untuk dirinya dan Haas di P4.
"Saya memulai dengan baik. Saya menempatkan diri di antara kedua Mercedes itu, saya rasa, dan kemudian, di putaran-putaran itu, saya memiliki kecepatan yang baik. Anda tahu, saya mampu bertahan di DRS," kata Bearman.
"Sejujurnya, saya sangat ketakutan bisa berhadapan dengan Max, tapi rasanya keren bisa beradu cepat dengan orang-orang yang sudah saya perhatikan sejak saya mulai menonton F1," tambah Bearman.
Bearman mempertahankan posisi ketiga sepanjang stint awal, tetapi menyerahkan posisi trek untuk beralih ke strategi dua pit stop.
Meskipun ia mengejar podium Grand Prix pertamanya, Bearman mengakui bahwa keputusannya untuk berhenti demi ban baru adalah keputusan yang tepat, alih-alih mencoba bertahan hingga akhir balapan dan berpotensi kehilangan lebih banyak posisi.
"Pada beberapa titik di trek medium itu, dari pemahaman kami, saya terus menggunakan ban itu hingga akhir balapan hingga akhirnya dipanggil untuk pit stop," jelasnya.
"Saya pikir kami melakukan pilihan yang tepat dengan melakukan konsolidasi, meskipun mungkin itu menghalangi peluang kami untuk naik podium. Tapi, kami tetap finis di urutan keempat. Lumayan," pungkas Bearman. (smi)
Editor : Nurismi