Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Soal Kursi Kosong Pelatih Timnas Indonesia: Pengamat Bandingkan Beda Hasil 6 Poin di era STY dan Patrick Kluivert

Beraupost • Minggu, 26 Oktober 2025 | 12:31 WIB
Menyoroti kekosongan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai juru taktik asal Belanda, Patrick Kluivert dipecat PSSI. (Instagram.com/@patrickkluivert)
Menyoroti kekosongan kursi kepelatihan Timnas Indonesia usai juru taktik asal Belanda, Patrick Kluivert dipecat PSSI. (Instagram.com/@patrickkluivert)

BERAU POST - Kursi pelatih Timnas Indonesia hingga kini masih kosong setelah PSSI resmi mengakhiri kerja sama dengan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert.

Keputusan ini menandai berakhirnya era singkat pelatih asal Belanda itu, yang sebelumnya datang dengan optimisme besar untuk membawa Garuda melangkah lebih jauh di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Ketua Umum PSSI, Erick Thohir menegaskan pemutusan kontrak dengan Kluivert dilakukan atas dasar kesepakatan bersama.

Erick Thohir bahkan menepis anggapan bahwa keputusan tersebut disebabkan tekanan internal federasi.

“Alasannya berbeda. Jadi, yang kita sepakati adalah kesepakatan bersama untuk memutuskan kontrak," ujar Erick Thohir dalam konferensi pers di Jakarta, pada Jumat, 24 Oktober 2025.

"Pihak mereka (Kluivert) juga menyadari, salah satu targetnya adalah bagaimana lolos ke Piala Dunia, dan itu tidak mudah,” imbuhnya.

Erick menjelaskan, PSSI dan tim pelatih memiliki pandangan serupa tentang sulitnya mencapai target besar menuju Piala Dunia.

Oleh karena itu, pemutusan kerja sama dipandang sebagai langkah realistis yang tetap menjunjung profesionalisme kedua pihak.

“Kami juga menyadari itu bagian dari target yang bisa kita dorong bersama-sama. Jadi, ini kesepakatan bersama,” jelas Erick.

Akhir dari “Tim Kepelatihan Terbaik”

Patrick Kluivert dan stafnya resmi berpisah dengan PSSI pada Kamis 16 Oktober 2025 melalui mekanisme mutual termination.

Dengan demikian, mereka tidak lagi menangani Timnas Indonesia di level senior, U-23, maupun U-20.

Padahal, ketika pertama kali datang ke Jakarta, tim pelatih Kluivert sempat digadang sebagai tim kepelatihan terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Hal itu bermuara dari unggahan anggota Exco PSSI, Arya Sinulingga yang pernah menyampaikan hal itu lewat akun Instagram pribadinya, @arya.m.sinulingga pada 2 Februari 2025 lalu.

“Ini adalah tim kepelatihan terbaik yang pernah kita miliki. Semoga prestasi dari semua sisi juga menghasilkan yang terbaik untuk Indonesia,” tulis Arya.

Meski begitu, kini harapan tersebut belum terwujud. Indonesia gagal melangkah ke Piala Dunia 2026 setelah tidak memperoleh satu pun poin di Round 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026.

Berkaca dari hal itu, kini pengamat sepak bola di Tanah Air, Bung Binder membeberkan hasil tersebut menjadi salah satu faktor berakhirnya masa kepelatihan Kluivert bersama Garuda.

Kritik dari Pengamat: Main Acak-acakan

Dalam siniar YouTube pribadinya, Bola Bung Binder, pada Sabtu, 25 Oktober 2025, Bung Binder menyoroti keputusan PSSI tersebut dan membandingkan performa tim di bawah Kluivert dengan era Shin Tae-yong (STY).

Pundit sepak bola itu menilai, meski jumlah poin yang dikumpulkan sama yakni 6 poin di Round 3, kualitas permainan Indonesia kini dianggap mengalami penurunan signifikan.

“Yang saya pertanyakan alasan konkret dari PSSI soal pemecatan Kluivert," tuturnya.

"Iya di atas kertas ada target sebelumnya yang gagal dicapai, yakni Timnas Indonesia tidak mampu mencapai Piala Dunia 2026 sebagaimana yang ditargetkan ke Kluivert,” imbuh Binder.

Analogi Tajam Bung Binder

Binder juga menyoroti hasil tanpa poin di Round 4, sebagai bukti menurunnya performa tim. Ia menggambarkan hasil tersebut dengan analogi yang tajam.

“Nol poin yang dicapai Garuda di Round 4 itu ibarat telur busuk dan telur asin. Kalau telur asin tidak masalah, tapi ini kita dapat telur busuk. " ungkapnya.

"Ada harapan dari fans setelah pelatih sebelumnya Shin Tae-yong dipecat digantikan Kluivert itu bisa lolos ke Piala Dunia,” lanjut Binder.

Binder juga menilai, jika dibandingkan secara taktis, Timnas Indonesia di bawah asuhan Kluivert tampil kurang terorganisasi.

“Bisa dikatakan gaya main Timnas Indonesia di bawah Kluivert itu acak-acakan. Ini sesuatu yang menurut saya mengecewakan,” nilainya.

Setelah pemutusan kontrak dengan Kluivert, PSSI hingga kini masih belum mengumumkan sosok pengganti pelatih kepala Timnas Indonesia.

Dengan kursi pelatih utama yang masih kosong, publik kini menunggu siapa yang akan memimpin skuad Garuda menuju fase berikutnya.

Di sisi lain, ada harapan bagi pelatih baru untuk bisa mengembalikan konsistensi performa yang sempat menjadi ciri khas era sebelumnya di bawah asuhan Shin Tae-yong.***

Editor : Nurismi
#pelatih #Timnas Indonesia #pssi