Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Comeback Tanpa Penalti! Bezzecchi Buka Suara Soal Upgrade Aprilia dan Hubungan dengan Fabio Sterlacchini

Beraupost • Jumat, 24 Oktober 2025 | 06:35 WIB
Marco Bezzecchi. (Instagram @marcobez72)
Marco Bezzecchi. (Instagram @marcobez72)

BERAU POST - Gelar juara bisa saja diraih Marco Bezzecchi dari Aprilia pada MotoGP di Grand Prix Minggu lalu, tanpa insiden dan pinalti.

Dilansir laman Crash, kendati begitu ia harus puas dengan dua kemenangan Sprint Race, di Mandalika dan Phillip Island, ditambah posisi ketiga pekan lalu.

Bezzecchi menuju Grand Prix Malaysia akhir pekan ini tanpa penalti long-lap yang menanti, tapi ia tidak merasa seperti favorit saat berbicara pada hari Kamis di Sepang.

“Yah, sulit untuk mengatakannya. Tentu saja, kami sangat kompetitif dalam beberapa GP terakhir, tetapi setiap trek sedikit berbeda,” kata Bezzecchi.

“Sebenarnya, saya sangat senang berada di sini karena ini satu-satunya trek di mana saya memiliki sedikit referensi dari tes pada bulan Februari dan saya harus mengatakan bahwa kami sedikit kesulitan," tambahnya.

Diakui Bezzecchi, dirinya tak sabar menunggu hari race untuk melihat reaksi pertama motor dan sensasi pertama di trek yang luar biasa ini.

“Semoga, kami bisa menjalani akhir pekan yang baik lagi," ungkap Bezzecchi

Bezzecchi hanya tercepat kesembilan di akhir tes musim dingin, dibayangi oleh cedera yang dialami rekan setimnya, Jorge Martin.

Meskipun demikian, Bezzecchi telah meraih empat kemenangan balapan – GP Inggris, ditambah Sprint Misano, Mandalika, dan Phillip Island – di samping tujuh podium di hari Minggu.

Itu juga membawa pembalap Italia itu ke posisi ketiga klasemen kejuaraan dunia, dengan selisih delapan poin dari Ducati Francesco Bagnaia. 

“Soal berkendara, saya harus mengubah banyak hal karena setiap motor punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing,” jelas Bezzecchi. 

“Jadi saya harus menyesuaikan gaya saya dengan Aprilia dan bekerja keras untuk sedikit mengubah [refleks] saya dalam berkendara," ujar Bezzecchi.

Namun, semua teknisi dan orang-orang yang bekerja untuk Aprilia juga melakukan pekerjaan yang luar biasa.

Tim telah bekerja sangat keras sejak awal dan mereka juga membuat banyak sekali peningkatan pada motor ini.

“Jadi sulit untuk mengatakan hanya satu. Mungkin menurut saya pribadi, yang paling membantu saya adalah stabilitas pengereman," ungkap Bezzecchi.

Stabilitas pengereman itu membuat RS-GP tidak hanya bagus di tikungan cepat, seperti yang ditunjukkan oleh kemenangan Bezzecchi dan pembalap Trackhouse Raul Fernandez di Phillip Island, tetapi juga mampu bertahan di trek stop-and-go.

"Tentu saja kami harus menikmati momen ini, tetapi kami juga harus tetap fokus untuk terus meningkatkan diri dan terus bekerja ke arah yang benar guna membangun fondasi yang baik untuk tahun depan," tutur Bezzecchi.

Aprilia tidak hanya memiliki dua pebalap pabrikan baru musim ini, tetapi juga Direktur Teknis baru, Fabio Sterlacchini, menggantikan Romano Albesiano yang pindah ke Honda.

“Secara pribadi, pertama-tama, dia orang yang sangat cerdas secara umum, tidak hanya di bidang motor, tetapi Anda bisa berbicara tentang apa saja,” kata Bezzecchi.

Menurutnya, dalam hal balapan, tentu saja, pengetahuannya sangat luas dan dia punya banyak pengalaman. Tapi dia juga punya karakter yang baik, jadi dia tidak menempatkan orang lain  dalam situasi yang sulit

Bezzecchi mengungkapkan bahwa ia terkadang merasa terintimidasi saat berinteraksi dengan para insinyur MotoGP.

“Ketika saya berbicara dengan beberapa insinyur, saya merasa sedikit kurang dari mereka, misalnya dalam hal pengetahuan. Dengan Fabiano, situasinya sangat berbeda,” ujar Bezzecchi.

“Dia memiliki banyak pengalaman, dan dia sangat tenang, sangat profesional. Dan saya merasa sangat nyaman dengannya," tambah Bezzecchi.

Pebalap penguji Lorenzo Savadori akan terus menggantikan Martin yang cedera akhir pekan ini. (smi)

Editor : Nurismi
#motogp #sepang #Marco Bezzecchi