Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bagnaia Open Talk Usai Crash Mandalika: Motor Terlalu Mendorong, Target Podium di Phillip Island

Beraupost • Jumat, 17 Oktober 2025 | 07:00 WIB
Pecco Bagnaia. (Instagram @pecco63)
Pecco Bagnaia. (Instagram @pecco63)

BERAU POST - Dua kali menjadi juara dunia di MotoGP, membuat Francesco Bagnaia berharap agar Grand Prix Australia akan bersabahat.

Dilansir lama Crash (17/10), kekhawatirannya itu akan hilang jika sudah berada di FP 1 setelah lap pertama.

Akrab disapa Pecco, telah tiba di Phillip Island setelah mengalami akhir pekan terburuknya sepanjang musim 2025 di Grand Prix Indonesia.

Di mana ia tertinggal 30 detik di Sprint Race dan terjatuh dari posisi terakhir di Grand Prix.

Mimpi buruk ini datang hanya seminggu setelah dominasinya di Grand Prix Jepang, yang diperkirakan merupakan hasil dari pemasangan komponen GP24 pada GP25 miliknya, khususnya perangkat ride-height.

Berbicara di Mandalika, Pecco mengatakan bahwa motornya "secara teori" sama seperti Motegi, tetapi dia tidak memiliki jawaban untuk kesulitannya sepanjang akhir pekan.

Menjelang Grand Prix Australia, Bagnaia mengatakan podium adalah target akhir pekan ini, tetapi mengakui ia "hanya berharap" tidak mengalami hal yang sama seperti di Mandalika lagi.
 
"Treknya bagus, selalu kompetitif di sini. Bukan yang termudah bagi saya, tetapi tiga musim terakhir kami mampu finis di podium," tutur Pecco.

Menurutnya saat berada di Grand Prix Australia ia harus memenuhi targetnya naik podium. Namun, tetap harus memahami situasi dan kondisi termasuk cuaca.

"Sepertinya akan cukup berangin akhir-akhir ini. Saya sangat berharap bisa merasakan hal yang sama seperti di Motegi agar bisa bersaing. Jika tidak, seperti di Mandalika, akhir pekan ini akan sulit," ungkap Pecco.

Tanpa berbicara kepada media setelah kecelakaannya di Grand Prix Indonesia, di Phillip Island menjadi kesempatan pertama untuk memahami penyebab kecelakaan tersebut.

"Sayangnya, musim ini ketika motornya tidak berfungsi, seperti di Mandalika, Misano, atau Silverstone, motornya terlalu banyak mendorong. Inersianya terlalu banyak mendorong. Anda harus memaksakan kemudi motor dan Anda akan kehilangan kendali," pungkas Pecco. (smi)

Editor : Nurismi
#motogp #pecco #Grand Prix Australia #francesco bagnaia