BERAU POST - Resmi memecat pelatih Timnas Indonesia Patrick Kluivert beserta timnya termasuk pelatih U-23 Gerald Vanenburg setelah gagal membawa Indonesia ke Piala Dunia.
Melalui akun Instagram resmi, PSSI mengucapkan terima kasih kepada Patrick Kluivert dan para stafnya atas kontribusi yang diberikan kepada Timnas Indonesia.
PSSI juga akan selalu mengenang kehadiran mereka di sepak bola Indonesia.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Coach Patrick Kluivert dan timnya atas komitmen dan profesionalisme yang telah mereka tunjukkan. Semangat dan kehadiran mereka di Indonesia akan selalu dikenang dengan rasa hormat, dan kami mendoakan yang terbaik untuk langkah mereka selanjutnya," tulis PSSI di Instagram.
Dengan kosongnya kursi pelatih Timnas Indonesia, maka banyak nama pelatih yang bermunculan.
Karena Erick Thohir pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan, ada beberapa nama eks pelatih Inter Milan yang bisa menjadi rekomendasi pelatih Timnas Indonesia.
Ketiga nama pelatih ini tidak hanya punya pengalaman melatih tim Eropa tapi juga Asia. Siapa sajakah mereka?
1. Roberto Mancini
Roberto Mancini menjadi pelatih Inter Milan di empat musim berbeda yaitu 2004/2005, 2007/2008, 2014/2015, dan 2016/2017.
Dia sudah memberikan tiga gelar Liga Italia di musim 2005/2006, 2006/2007, dan 2007/2008.
Saat menjadi pelatih Timnas Italia, Roberto Mancini berhasil mempersembahkan gelar Piala Eropa 2020/2021.
Eks pelatih Manchester City ini juga memahami sepak bola Asia karena pernah melatih Timnas Arab Saudi sejak tahun 2023 dan berakhir di tahun 2024.
Bersama Arab Saudi, Mancini dianggap gagal membawa timnya menjadi yang terbaik di Asia.
Pelatih yang sedang menganggur ini hanya mampu membawa timnya hingga babak 16 besar Piala Asia 2023 dan hasil buruk di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Menurut catatan Transfermarkt, dia hanya mampu menang tujuh pertandingan, kalah enam kali, dan imbang lima kali dari 18 pertandingan.
2. Andrea Stramaccioni
Pelatih asal Italia ini pernah menjadi pelatih Inter Milan sejak tahun 2012 hingga 2013. Selama dilatih Andrea Stramaccioni, Nerazzurri berhasil menang 31 pertandingan, kalah 23 kali, dan seri 11 kali.
Pengalamannya di sepak bola Asia didapatkannya saat melatih tim Liga Iran, Esteghlal FC pada tahun 2019 dan tim Liga Qatar, Al-Gharafa sejak tahun 2021 hingga 2022.
Bersama Esteghlal FC, Andrea Stramaccioni menang sembilan kali, seri dua kali, dan kalah empat kali dari 15 pertandingan di semua kompetisi.
Sementara di Al-Gharafa, pelatih 49 tahun itu berhasil menang 20 kali, kalah 20 kali, dan seri 12 dari 52 pertandingan. Saat ini, Andrea Stramaccioni sedang tidak melatih klub apapun.
3. Frank de Boer
Pelatih asal Belanda ini pernah melatih Inter Milan musim 2016/2017 dan hanya bertahan 14 pertandingan.
Tahun 2023, Frank de Boer mulai mencoba peruntungannya di sepak bola Asia bersama tim Liga Uni Emirat Arab, Al-Jazira Club.
Frank de Boer tidak bertahan lama bersama Al-Jazira Club. Pelatih 55 tahun itu hanya menang enam kali, kalah lima kali, dan seri tiga kali dari 14 pertandingan.
Itu tadi rekomendasi tiga pelatih eks Inter Milan yang bisa jadi pengganti Patrick Kluivert. Menarik dinantikan pilihan PSSI untuk menggantikan pelatih asal Belanda tersebut. (jpg/smi)
Editor : Nurismi