BERAU POST - Timnas Indonesia harus menerima kekalahan yang pahit di Jeddah. Skuad garuda takluk atas 2-3 dari Arab Saudi pada Kualifikasi Piala Dunia Zona Asia.
Laga yang berlangsung di Al Inma Bank Stadium, Kamis (9/10) dini hari, berlangsung menenggangkan dan panas pada menit-menit awal.
Dukungan untuk tuan rumah, membuat para pemain Arab Saudi agresif dan menekan pertahanan Indonesia tanpa ampun.
Namun, para supporter yang berada di King Abdullah Sport City dikejutan pada menit ke-11, Indonesia justru unggul lebih dulu lewat eksekusi penalti Kevin Diks setelah Hassan Al Tambakti melakukan handball di area terlarang.
Tendangan Diks yang mengarah ke pojok kiri bawah membuat kiper Nawaf Al Aqidi terkecoh. Skor 1-0 untuk Indonesia membuat pendukung Garuda yang hadir di tribun bergemuruh, sementara tim tuan rumah tertekan.
Sayangnya keunggulan itu tak bertahan lama. Hanya enam menit berselang, Saleh Abu Al Shamat melepas tembakan keras dari luar kotak penalti yang meluncur deras ke sisi kanan gawang Maarten Paes dan menyamakan skor 1-1.
Gol tersebut menjadi momentum kebangkitan Arab Saudi. Serangan demi serangan dilancarkan oleh Salem Al Dawsari dan Feras Al Brikan yang terus menguji konsentrasi lini belakang Indonesia.
Petaka datang pada menit ke-31 ketika Yakob Sayuri dianggap melakukan pelanggaran di kotak penalti. Setelah tinjauan VAR, wasit menunjuk titik putih dan memberi kartu kuning untuk Sayuri.
Feras Al Brikan maju sebagai eksekutor dan sukses menaklukkan Maarten Paes lewat sepakan kaki kiri yang keras.
Arab Saudi berbalik unggul 2-1 di menit ke-36 dan menutup babak pertama dengan keunggulan tipis.
Memasuki babak kedua, Patrick Kluivert mencoba mengubah ritme permainan. Eliano Reijnders dimasukkan menggantikan Beckham Putra untuk menambah kreativitas serangan di lini tengah.
Indonesia sempat mendapat peluang emas lewat sundulan Jay Idzes di menit ke-50. Namun bola hasil umpan silang Dean James masih bisa ditepis Nawaf Al Aqidi dengan refleks cepat.
Arab Saudi kemudian memperlebar jarak di menit ke-62. Umpan matang Saleh Abu Al Shamat disambut dengan sepakan keras Feras Al Brikan yang menembus gawang Indonesia dan mengubah skor menjadi 3-1.
Kiper Maarten Paes tampil heroik dengan beberapa penyelamatan penting. Ia menggagalkan peluang Salem Al Dawsari dan Saleh Al Shehri yang terus mengancam di paruh kedua laga.
Kluivert melakukan perubahan besar di menit ke-64 dengan memasukkan Thom Haye dan Ole Romenij.
Dua pemain ini mencoba meningkatkan tekanan Indonesia di lini depan yang mulai kesulitan menembus rapatnya pertahanan Arab Saudi.
Upaya keras Indonesia akhirnya berbuah hasil di menit ke-86. Wasit memberi penalti setelah pelanggaran di kotak terlarang dan Kevin Diks kembali menjadi algojo dengan sempurna, memperkecil ketertinggalan menjadi 2-3.
Semangat juang para pemain Garuda meningkat drastis menjelang akhir laga. Ole Romenij sempat memiliki peluang emas melalui sundulan di menit ke-74 dan sepakan keras di menit ke-80, tetapi semuanya masih digagalkan kiper lawan.
Arab Saudi sempat kehilangan satu pemain di masa injury time setelah Mohamed Kanno menerima kartu merah akibat akumulasi kartu kuning. Namun waktu tersisa tak cukup bagi Indonesia untuk mencuri poin di Jeddah.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 3-2 untuk kemenangan Arab Saudi.
Indonesia harus puas pulang tanpa poin dan kini menatap laga hidup-mati melawan Irak sebagai harapan terakhir untuk menjaga peluang menuju Piala Dunia 2026.
Kekalahan ini membuat langkah Indonesia semakin berat di babak kualifikasi. Hasil di Jeddah menjadi alarm keras bagi Kluivert dan anak asuhnya untuk segera memperbaiki konsistensi permainan terutama dalam bertahan.
Sepanjang pertandingan, Indonesia tampil berani dengan pressing tinggi namun sering kehilangan keseimbangan saat transisi. Arab Saudi memanfaatkan celah itu dengan serangan balik cepat yang mematikan.
Meski kalah, penampilan Maarten Paes di bawah mistar mendapat banyak pujian. Kiper naturalisasi asal Belanda itu membuat lebih dari lima penyelamatan penting yang mencegah Indonesia kebobolan lebih banyak.
Sementara Kevin Diks menjadi bintang di lini belakang sekaligus pencetak dua gol dari titik putih.
Ketegasannya di pertahanan dan keberaniannya mengambil tanggung jawab menjadi sisi positif yang bisa dibawa ke laga berikutnya.
Indonesia kini butuh kemenangan mutlak melawan Irak untuk menjaga peluang lolos. Situasi grup semakin ketat dan satu hasil buruk saja bisa mengakhiri mimpi tampil di Piala Dunia 2026.
Meski situasi sulit, dukungan publik Tanah Air diyakini bisa menjadi energi tambahan bagi Garuda.
Kluivert berharap semangat juang dan disiplin permainan bisa tampil maksimal di laga penentuan tersebut.
Pertandingan kontra Irak kini menjadi titik balik bagi perjalanan panjang Indonesia di kualifikasi.
Kekalahan di Jeddah harus dijadikan pelajaran berharga agar tim tampil lebih efektif dan tenang di bawah tekanan.
Semua mata kini tertuju pada laga pamungkas melawan Irak. Indonesia harus tampil tanpa cela dan mengeluarkan seluruh kemampuan terbaik untuk menutup babak ini dengan kemenangan dan menjaga asa menuju Piala Dunia 2026. (jpg/smi)
Editor : Nurismi