BERAU POST - Puasa podium berakhir selama hampir empat tahun, Joan Mir meraih hasil yang menakjubkan di MotoGP Jepang.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (30/9), Podium di Motegi menjadi yang pertama baginya bersama Honda sejak pindah dari Suzuki.
Pencapaian ini terjadi setelah 1.422 hari penantian sejak podium terakhirnya di Portimao 2021.
Selama periode itu, Mir harus melalui masa-masa sulit dengan cedera dan motor Honda yang tidak kompetitif. Ia bahkan mengalami 29 kali gagal finis sejak awal musim lalu.
Rentetan kegagalan tersebut menjadikannya mantan juara dunia dengan rekor terlama tanpa podium di era empat tak MotoGP.
Mir mengakui bahwa masa transisi ke Honda penuh tantangan yang jauh lebih sulit dari perkiraannya.
Bahkan Mir tetap berusaha bertahan dengan optimisme meski hasil tidak kunjung datang. Baginya, podium kali ini terasa istimewa setelah perjalanan panjang penuh cobaan.
Perjalanan karier Mir sendiri sempat melesat pesat di awal. Hanya butuh tiga musim di Moto3 dan Moto2 sebelum naik ke MotoGP.
Bahkan, ia langsung mencetak podium di musim debutnya bersama Suzuki dan meraih gelar juara dunia pada musim keduanya.
Namun, sejak musim terakhir Suzuki pada 2022 yang diwarnai cedera, karier Mir merosot drastis. Kepindahannya ke Repsol Honda pada 2023 juga tidak membawa perubahan berarti.
Ia sempat terpuruk dengan hanya 21 poin dan gagal menembus sepuluh besar balapan.
Musim ini, perombakan besar proyek HRC akhirnya mulai menunjukkan hasil positif.
Rekan setimnya Luca Marini dan pembalap LCR Johann Zarco lebih dulu merasakan podium, sementara Mir sempat terjebak dengan serangkaian pensiun.
Namun di Motegi, ia menemukan kembali ritmenya dengan tampil konsisten sejak latihan hingga kualifikasi.
Pada balapan utama, Mir berhasil menjaga kecepatan dan menyalip Pedro Acosta yang kehilangan daya.
Joan Mir mengamankan podium dengan selisih tiga detik dari Marco Bezzecchi. Keberhasilan ini menjadi sinyal kebangkitan Mir bersama Honda setelah periode terburuk dalam kariernya. (jpg/smi)
Editor : Nurismi