BERAU POST - Kekalahan Manchester United saat melawan Brentford dengan skor 1-3, kembali disorot. Insiden ini membuat tekanan terhadap sang pelatih Ruben Amorim semakin besar.
Juru taktik asal Portugal tersebut dianggap gagal mengangkat performa Setan Merah di ajang Premier League.
Dari 33 laga Premier League yang dijalani, Ruben Amorim hanya mampu membawa Manchester United meraih 9 kemenangan.
Total poin yang dikumpulkan pun hanya 34 dari kemungkinan 99 poin. Situasi ini dinilai jauh dari harapan, bahkan disebut lebih buruk dari era David Moyes yang juga berakhir tragis.
Musim ini, Manchester United baru mengoleksi 7 poin dari 18 yang tersedia.
Mereka sudah kalah tiga kali, hampir menyamai catatan ketika Erik ten Hag dipecat usai empat kekalahan dalam sembilan laga musim lalu.
Lebih ironisnya, Amorim belum pernah mencatatkan dua kemenangan beruntun selama hampir satu tahun menukangi United.
Salah satu keputusan Amorim yang menuai kritik adalah sistem 3-4-3 yang dipaksakan. Para pemain dianggap tidak cocok dengan pola itu.
Bahkan sang kapten Bruno Fernandes ditempatkan di posisi lebih dalam, bukan di lini serang tempat ia lebih efektif. Hasilnya, Fernandes baru mencetak satu gol dari open play musim ini.
Manajemen sempat percaya diri bahwa musim ini United akan bangkit. Mereka mengeluarkan dana belanja mencapai 236 juta poundsterling (sekitar Rp4,7 triliun).
Ditambah dengan pramusim penuh bersama Amorim, seharusnya United tampil lebih solid. Namun kenyataan berkata lain.
United kini terdampar di peringkat ke-14 klasemen dengan selisih gol minus empat.
Tak hanya di Premier League, United juga sudah tersingkir dari EFL Cup secara memalukan usai dikalahkan tim League Two, Grimsby Town. Situasi ini menutup satu jalan bagi mereka untuk meraih trofi musim ini.
Meski karisma dan keterbukaan Amorim masih dihargai, hasil di lapangan tak bisa dibantah. Bahkan di laga-laga yang dimenangkan, United tampil rapuh.
Saat melawan Burnley, mereka butuh penalti menit ke-97 untuk menang 3-2. Sementara melawan Chelsea, United nyaris kehilangan poin setelah Casemiro dikartu merah meski sempat unggul 2-0.
Laporan dari Manchester Evening News menyebut, beberapa pemain sudah mulai kehilangan kepercayaan pada Amorim.
Chief Executive Omar Berrada yang menjadi motor utama penunjukan Amorim pun disebut dalam posisi sulit.
Manchester United kini berada di persimpangan jalan. Klub sebesar United tidak bisa terus menutup mata dengan performa buruk ini.
Jika Ruben Amorim tidak segera digantikan, Setan Merah terancam masuk dalam pertempuran zona degradasi.
Dengan semua bukti yang ada, kritik terhadap Amorim semakin sulit dibantah. Manchester United harus segera mengambil keputusan berani demi menyelamatkan musim.
Jika tidak, Premier League musim ini bisa berubah menjadi mimpi buruk berkepanjangan. (jpg/smi)
Editor : Nurismi