BERAU POST - Timnas Futsal Indonesa berhasil membuat Belanda takluk dengan perolehan skor akhir 5-1, pada laga kedua Futsal Four Nations Cup 2025 di Hall Basket Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (20/9).
Kurang dari satu menit dimulainya pertandingan, anak asuh Hector Souto, Muhammad Syaifullah pemain asal Pangsuma Pontianak membobol pertahanan gawang Belanda.
Timnas Belanda tak mau kalah, serangan demi serangan dilakukan untuk mebobol gawang Timnas Indonesia yang dijaga oleh Habibie sang kiper dari Bintang Timur Surabaya FC.
Pada babak pertama Timnas Indonesia masih memimpin dengan skor 4-1.
Memasuki babak kedua Timnas Indonesai terus melakukan serangan-serang pada gawang Timnas Belanda.
Tiga menit berjalannya pertandingan, Belanda terus melakukan pressing, pada kesempatan sepak pojok yang dilakukan Ardiansyah Nur dari Blacksteel Papua FC memberikan kepada Muhammad Syaifullah menambah angka gol Timnas Indonesia.
Di sisa waktu pertandingan di bawah 5 menit pertandingan berakhir, gol semata wayang Belanda dicetak Abdessamad Attahiri.
Seiring berjalannya waktu, pluit wasit ditiup saat menandakan pertandingan selesai dengan segala drama-daramnya.
Indonesia berhasil meraih skor akhir 5 dikemas Muhammad Syaifullah yang mencetak hattrick, dan masing-masing satu gol dari Firman Adriansyah serta Rizki Xavier.
Usai pertandingan, Pelatih Timnas Futsal Indonesia Hector Souto masih tidak puas dengan kemenangan telak 5-1 atas Belanda.
Indonesia mencetak kemenangan kedua ketika mengalahkan Belanda 5-1, setelah sebelumnya membungkam Tanzania dengan skor 7-1. Hasil ini membuat Tim Merah Putih punya peluang bagus menjadi juara turnamen.
Untuk kali kedua beruntun, Timnas Futsal Indonesia mendapat kartu merah. Setelah Mochammad Iqbal mendapat kartu merah saat melawan Tanzania, kali ini giliran Firman Adriansyah yang mendapat kartu merah saat melawan Belanda.
Souto mengatakan kartu merah yang didapat Firman seharusnya tidak terjadi. Hal itu membuat pelatih 43 tahun tersebut sempat protes kepada perangkat pertandingan.
Keputusan tersebut sangat disesalkan Souto lantaran Firman dihadiahi kartu kuning kedua oleh wasit ketika pertandingan tinggal tersisa 16 detik.
"Saya tak suka dengan cara tim kami bermain di 10 menit terakhir. Saya tak mengerti, makanya saya protes kepada wasit, kenapa di turnamen seperti ini, dia menghukum pemain dengan kartu kuning kedua di saat laga tersisa 16 detik sehingga dia tidak bisa bermain besok (hari ini) melawan Latvia," kata Souto.
"Bagi kami, kehilangan satu pemain berarti sangat penting. Wasit seharusnya mempertimbangkan situasi spesial ini. Itulah mengapa saya sedikit emosi karena sampai November saya tak akan bertemu Firman lagi. Makanya, saya sebenarnya ingin dia bermain melawan Latvia," ucapnya menambahkan. (smi)
Editor : Nurismi