BERAU POST - Jelang balapan di Sirkuit Monza, Ferrari dinilai sulit meraih kemenangan sebab diprediksi akan menghadapi tekanan besar.
Mantan juara dunia F1 Jacques Villeneuve menilai Ferrari masih jauh dari harapan kemenangan. Kondisi ini membuat posisi tim kuda jingkrak kian sulit di mata para penggemar.
Dilasir dari laman Crash pada Kamis (4/9), Pada Grand Prix Belanda sebelumnya, Ferrari mengalami akhir pekan yang mengecewakan.
Lewis Hamilton gagal finis setelah menabrak pembatas di Tikungan 3. Nasib serupa dialami Charles Leclerc yang tersingkir usai terlibat insiden dengan Kimi Antonelli dari Mercedes.
Hasil buruk tersebut menambah daftar panjang kegagalan Ferrari musim ini. Tim asal Maranello itu jarang tampil kompetitif dan tidak mampu menantang kemenangan. Bahkan raihan podium pun terasa langka sepanjang musim berjalan.
Leclerc, yang sudah tujuh musim memperkuat Ferrari, masih kesulitan bersaing dalam perebutan gelar.
Sejak debutnya bersama tim Italia itu, ia baru meraih delapan kemenangan. Kemenangan di Monza tahun lalu pun sulit terulang pada musim ini.
Villeneuve menilai Ferrari salah strategi dalam mengembangkan mobil tahun ini. Biasanya tim memberikan paket khusus untuk Monza, namun menurutnya tambahan itu tidak akan banyak membantu. Ia menegaskan mobil Ferrari saat ini tidak berfungsi sesuai ekspektasi.
Situasi tersebut membuat Leclerc disebut semakin frustrasi. Rumor kepindahannya ke tim lain pun terus beredar meski ia berulang kali membantah. Villeneuve menyebut mimpi Leclerc untuk menjadi juara dunia semakin menjauh dari kenyataan.
Ferrari kini masih berupaya menjaga posisi di klasemen konstruktor. Meski mungkin bisa finis kedua, Villeneuve menyebut Ferrari sejatinya hanyalah kuda keempat.
Menurutnya, keberuntungan semata membuat tim masih berada di posisi tersebut karena rival utama juga tidak konsisten. (jpg/smi)
Editor : Nurismi