BERAU POST - Pindah ke MotoGP merupakan kesalahan yang diakui oleh Toprak Razgatlioglu.
Pebalap World Superbike itu akan bergabung dengan Pramac Yamaha mulai musim 2026, namun keputusannya dianggap terlalu terburu-buru oleh sejumlah pihak.
Dilansir dari laman Crash pada Minggu (31/8), Banyak yang menilai Razgatlioglu seharusnya menunda kedatangannya selama satu musim.
Banyak yang beranggapan ada risiko besar karena Yamaha masih menggunakan motor lama sebelum proyek mesin baru benar-benar matang.
“Secara pribadi, saya akan menyarankan Razgatlioglu menunda kepindahannya setahun lagi, Namun kita lihat saja, apakah pada 2026 dia mendapat motor yang diproyeksikan untuk 2027 atau masih versi lama yang tertinggal.” ujar manager pembalap MotoGP seperti dikutip pada Crash.
Razgatlioglu juga menghadapi transisi ban. MotoGP saat ini masih memakai Michelin hingga 2026, sebelum beralih ke Pirelli pada 2027.
Kondisi ini dianggap merugikan karena Razgatlioglu sangat terbiasa dengan ban Pirelli sejak era kejayaannya di Superbike.
Selain itu, Yamaha tengah mengembangkan mesin V4 baru yang digadang-gadang sebagai tonggak penting kebangkitan mereka.
Mesin tersebut dijadwalkan debut pada MotoGP San Marino dan akan diuji lebih dulu oleh pembalap penguji Augusto Fernandez.
Fabio Quartararo yang sudah mencoba mesin V4 di Misano menyebut performanya menjanjikan.
Ia bahkan dikabarkan semakin kehilangan motivasi dengan motor M1 lamanya, mengingat Yamaha kini lebih fokus pada pengembangan mesin V4.
Meski penuh tantangan, kepindahan Razgatlioglu tetap menjadi salah satu transfer paling menarik menuju musim MotoGP 2026.
Publik kini menunggu apakah sang juara WSBK dapat beradaptasi dengan cepat dan membuktikan diri di level tertinggi. (jpg/smi)
Editor : Nurismi