Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Susul Shayne, Sandy Walsh Gabung Buriram United! Ini 5 Fakta Mengerikan Raksasa Thailand 'Thunder Castle'

Beraupost • Jumat, 22 Agustus 2025 | 06:20 WIB
Shayne Pattynama diperkenalkan Buriram United usai tinggalkan Yokohama F.M , beraksi di Liga Thailand dengan kostum nomor 14. (Dok. @buriramunitedofficial)
Shayne Pattynama diperkenalkan Buriram United usai tinggalkan Yokohama F.M , beraksi di Liga Thailand dengan kostum nomor 14. (Dok. @buriramunitedofficial)

BERAU POST - Pemain Timnas Indonesia, Sandy Walsh, secara mengejutkan berlabuh ke klub asal Thailand, Buriram United.

Klub papan atas Liga Thailand tersebut, mendatangkan Sandy Walsh yang sebelumnya bermain untuk Yokohama F.M dari Jepang.

Selama di Yokohama, pria kelahiran 14 Maret 1995 tersebut, bermain sebanyak delapan kali, dengan total 590 menit bermain.

Selain Sandy Walsh, pemain timnas lainnya yang terlebih dahulu bergabung dengan Buriram United adalah Shayne Pattynama. Bek kiri Timnas Indonesia itu telah bergabung sejak bulan Juli 2025.

Kedua pemain andalan Timnas Indonesia kini memiliki rumah baru. Tak main-main, ternyata klub raksasa Thailand ini memiliki beberapa hal yang perlu Anda ketahui. 

Rekor Mengerikan "Thunder Castle", Raksasa Liga Thailand.

Thunder Castle, julukan untuk Buriram United. Meraih "Treble Winner" atau juara di tiga kompetisi berbeda dalam satu musim adalah rekor mengerikan yang dicatat Buriram United musim lalu.

Thai League, Thai FA Cup, dan Asean Club Championship, menjadi kompetisi yang disikat habis oleh Buriram United.

Dalam kurun waktu satu dekade ini, Buriram United telah meraih tujuh kali gelar juara Thai League, kasta tertinggi liga sepak bola Thailand. 

Buriram United, musim lalu menjadi juara bertahan untuk ke-empat kali secara beruntun sejak musim 2021/2022.

Gelar juara tersebut semakin menegaskan dominasi Buriram United di sepak bola Thailand.

Buriram United juga berbicara banyak di Thai FA Cup. Dalam kurun waktu satu dekade terakhir, klub tersebut meraih empat gelar juara dan satu posisi runner-up. Terakhir, tentu saja saat musim 2024/2024 lalu.

Level Asia, Klub yang bermarkas di Chang Arena ini sempat melangkah jauh hingga babak perempat final di Asia Champions League Elite musim lalu. Namun harus terhenti akibat kalah melawan klub asal Arab Saudi, Al Ahli.

Gelar juara level Asia muncul ketika berhasil mengalahkan Cong An Ha Noi FC di laga final ASEAN Championship, musim lalu. Sekaligus melengkapi treble winner mereka.

Klub Mewah dan Mahal

Buriram United, merupakan klub mewah dan termahal di Thailand. Markas mereka, Chang Arena, merupakan stadion megah layaknya stadion klub liga Inggris.

Desain modern dengan fungsi utama sebagai stadion sepakbola menjadi daya tarik tersendiri bagi stadion ini.

Berkapasitas 32.600 kursi, stadion ini menjadi stadion terbesar yang dimiliki oleh klub di Thailand.

Buriram United juga merupakan klub termahal di Liga Thailand. Dilansir dari laman transfermarkt, tim yang kini dilatih oleh Osmar Loos tersebut memiliki totap nilai pasar 265 miliar.

Jauh lebih mahal dibanding BG Pathum United diposisi kedua, yang hanya memiliki nilai pasar 143 miliar. 

Buriram United, Klub Sehat yang Perlu Diikuti Klub Indonesia

Pengelolaan klub secara profesional menjadi alasan begitu hebatnya Buriram United. Dukungan fasilitas hingga manajemen tim dibangun secara baik.

Buriram United memiliki pusat latihan dan stadion yang dikelola mandiri. Dua hal ini menjadi topik utama yang selalu diperbincangkan khususnya bagi klub asal Indonesia.

Dukungan finansial dari brand ternama asal Thailand, menjadi salah satu faktor begitu besarnya nama Buriram United. 

Di Indonesia, hanya ada beberapa klub yang mendekati level Buriram United, dari segi fasilitas.

Klub seperti Dewa United, memiliki pusat latihan yang terletak Tangerang. Namun untuk stadion, mereka masih memakai stadion Banten Internasional Stadium yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi Banten.

Selanjutnya ada Persib Bandung. Klub yang baru saja back to back tersebut, sudah mengelola Gelora Bandung Lautan Api secara mandiri, meski belum memiliki pusat latihan.

Maung Bandung, hanya berlatih di lapangan pendamping GBLA sebagai tempat berlatih mereka.

Terakhir, Bali United. Klub asal Pulau Dewata tersebut paling lengkap dalam fasilitas tim. Bali United memiliki pusat latihan dan Stadion Kapten I Wayan Dipta yang sudah dikelola mandiri.

Bahkan pusat latihan, yang berada disebelah pantai tersebut sering menjadi tempat pemusatan latihan Timnas Indonesia. 

Tentu saja tidak hanya faktor fasilitas yang menjadi tolak ukur sebuah klub profesional.

Pengelolaan manajemen tim secara keseluruhan juga menjadi kunci agar klub mampu berprestasi dan memiliki nama yang besar. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#buriram united #Shayne Pattyanama #sandy walsh