BERAU POST - Kesabaran Pecco Bagnaia diuji disebbakan serangkaian hasil mengecewakan bersama Ducati pada musim MotoGP 2025.
Dilansir dari laman Crash pada Selasa (19/8), Juara dunia dua kali itu gagal melanjutkan tren positifnya di Sirkuit Red Bull Ring, Austria, tempat ia sebelumnya mencatat tiga kemenangan beruntun.
Dalam balapan akhir pekan lalu, Bagnaia yang memulai dari posisi ketiga hanya mampu finis kedelapan dengan selisih lebih dari 12 detik dari pemenang lomba.
Hasil tersebut menandai berakhirnya dominasinya di trek yang biasanya menjadi salah satu keunggulannya.
Sejauh musim ini, Bagnaia baru mengoleksi 221 poin, tertinggal 197 poin dari rekan setimnya, Marc Marquez.
Catatan itu lebih buruk dibandingkan torehan Marquez yang dalam enam seri terakhir saja mampu mengumpulkan 222 poin, satu poin lebih banyak daripada total Bagnaia sepanjang musim.
Dominasi Marquez membuat peluang Bagnaia untuk mempertahankan gelar semakin tipis, bahkan secara matematis hanya sembilan pembalap lain yang masih memiliki kesempatan menjadi juara dunia.
Situasi ini menambah tekanan besar bagi Bagnaia yang terus berusaha mencari solusi atas penurunan performanya.
Pecco Bagnaia menyatakan kebingungan atas hasil yang didapatkan. Ia menilai telah mengerahkan segala kemampuan, namun tetap tidak mampu bersaing dengan para rival.
Menurutnya, kecepatan lawan seperti Marc Marquez dan Marco Bezzecchi jauh lebih unggul dalam pengereman, masuk tikungan, hingga akselerasi keluar tikungan.
Pecco Bagnaia menegaskan belum mengetahui alasan di balik penurunan performa yang dialaminya.
Ia mengaku kecewa karena tidak dapat memahami mengapa hasil yang diharapkan tidak tercapai, terutama di lintasan yang sebelumnya selalu berhasil dikuasainya. (jpg/smi)
Editor : Nurismi