BERAU POST - Timnas basket putri Indonesia harus memupus harapan untuk bertahan di kompetisi FIBA Women’s Asia Cup 2025 Divisi A.
Dalam laga penentu di Shenzhen Sports Center, Shenzhen, Tiongkok pada Jumat kemarin (18/7), Kim Pierre-Louis dkk harus mengakui keunggulan Lebanon 57-67.
Hasil itu membuat Indonesia berada di posisi kedelapan, atau jadi satu-satunya tim yang terdegradasi ke Divisi B. Andrie Ekayana, sang pelatih, menilai para pemain sudah berjuang dengan maksimal.
“Mereka tampil dengan daya juang luar biasa. Saya bertanggung jawab tentang hasil ini,” kata Yayan -sapaan akrabnya- lewat pesan singkat kepada Jawa Pos.
Timnas basket putri memang telah berjuang keras. Tim yang menjalani pemusatan latihan sejak akhir tahun lalu di Surabaya itu, sempat mengejar di kuarter keempat.
Dari skor 38-54 jadi hanya 57-58. Sayangnya, di tiga menit akhir tak ada satupun tembakan masuk. Indonesia akhirnya kalah dengan selisih 10 poin.
“Respek penuh untuk Indonesia. Kami unggul 16 poin di kuarter keempat, tetapi mereka tetap gigih dan bekerja keras, dan membuat pertandingan basket ini sangat seru, bahkan terlalu seru, bagi kami,” kata pelatih Lebanon Paul Coughter dikutip dari laman resmi FIBA.
Point guard Rebecca Akl jadi momok bagi Indonesia. Dia kemarin mencetak 26 poin, dan jadi satu dari dua pemain Lebanon yang mencetak lebih dari 10 poin.
Sementara, kontribusi 16 poin dan 11 rebound dari Kim belum cukup untuk mengantar Indonesia tetap bertahan.
Indonesia sendiri baru musim ini berada di Divisi A. Sebelumnya, sejak format dua divisi diperkenalkan pada 1990 silam, timnas basket putri selalu berada di Divisi B.
Editor : Nurismi