Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bangga! Atlet Triathlon Berau, Muhammad Irfan, Berprestasi di Malaysia Meski Minim Anggaran

Beraupost • Rabu, 16 Juli 2025 | 08:30 WIB
RAIH JUARA: Muhammad Irfan, berhasil mencuri perhatian di ajang internasional Tawau Road Race 2025 yang digelar di Sabah, Malaysia, Minggu (13/7) lalu. (YUDI RIZAL UNTUK BERAU POST)
RAIH JUARA: Muhammad Irfan, berhasil mencuri perhatian di ajang internasional Tawau Road Race 2025 yang digelar di Sabah, Malaysia, Minggu (13/7) lalu. (YUDI RIZAL UNTUK BERAU POST)

BERAU POST – Semangat pantang menyerah dan tekad kuat kembali membuahkan hasil gemilang bagi olahraga Kabupaten Berau.

Seorang atlet muda berbakat, Muhammad Irfan, berhasil mencuri perhatian di ajang internasional Tawau Road Race 2025 yang digelar di Sabah, Malaysia, Minggu (13/7) lalu.

Irfan sukses mengamankan medali perak di kategori Road Bike Men Junior setelah menuntaskan lintasan sejauh 105 kilometer dengan performa impresif.

Keberhasilan Irfan tak hanya menjadi pencapaian pribadi, tapi juga menjadi simbol kegigihan atlet daerah yang bertanding di bawah tekanan keterbatasan.

Dalam kejuaraan tersebut, Irfan mewakili Triathlon Berau, satu-satunya atlet dari kabupaten pesisir Kalimantan Timur yang tampil di ajang internasional tersebut.

Ketua Triathlon Berau, Yudi Rizal, mengungkapkan rasa bangganya atas pencapaian Irfan. Ia menuturkan bahwa Irfan hanya kalah beberapa detik dari atlet tuan rumah, Haris Rahimi, yang keluar sebagai juara pertama.

“Alhamdulillah, kami bisa pulang membawa kebanggaan untuk Berau. Irfan menunjukkan mental juara yang luar biasa. Meski tidak mendapat dukungan penuh dari segi anggaran, dia mampu bersaing ketat dengan atlet internasional,” ungkapnya kepada awak media ini.

Keikutsertaan Irfan ke Malaysia sejatinya bukan perjalanan yang mulus. Minimnya dukungan dana membuat pihak Triathlon Berau harus mengambil langkah ekstrem.

Berbagai biaya mulai dari transportasi, akomodasi, hingga logistik harus ditanggung secara mandiri oleh tim kecil tersebut.

“Kami benar-benar berangkat dengan modal nekat. Semua serba mandiri. Tapi semangat anak-anak luar biasa. Mereka tidak gentar meski bertanding di luar negeri tanpa sponsor. Ini soal membentuk karakter dan keberanian bertanding di kancah internasional,” jelas Yudi.

Meskipun menghadapi tekanan logistik, Irfan tetap tampil maksimal. Ia menunjukkan konsistensi kecepatan sejak awal lomba dan terus menempel ketat atlet tuan rumah.

Bahkan, perbedaan waktu antara Irfan dan Haris Rahimi yang menyabet emas disebut hanya dalam hitungan detik.

Prestasi ini sekaligus menjadi pemanasan bagi Irfan untuk berlaga di Kejurnas Triathlon dan Duathlon 2025 yang akan digelar di Kalimantan Selatan dalam waktu dekat.

Namun, cerita lama seolah kembali terulang. Hingga kini, tim Triathlon Berau belum mendapat kepastian dukungan anggaran untuk mengirim atlet ke ajang nasional tersebut.

Yudi mengaku pihaknya berharap bisa membawa setidaknya empat atlet untuk berlaga di Kejurnas. Tapi realitas keuangan kembali membayangi.

“Kami ingin membawa empat atlet ke Kalimantan Selatan. Tapi kalau kondisinya seperti ini, kami harus kembali ‘jungkir balik’ mencari sponsor. Ini berat, tapi kami tak ingin menyerah. Kami sudah buktikan bahwa dengan niat tulus, hasil bisa kami bawa pulang,” tegasnya.

Ia pun berharap pemerintah daerah maupun pihak swasta bisa membuka mata dan memberikan perhatian lebih terhadap cabang olahraga yang mulai mencetak prestasi.

“Ini saatnya semua pihak melihat bahwa anak-anak Berau punya potensi besar. Tapi mereka butuh dukungan. Jangan sampai prestasi anak-anak ini kandas hanya karena urusan dana,” pungkasnya. (aky/hmd)

Editor : Nurismi
#juara #Tawau Road Race 2025 #triathlon #Kabupaten Berau #atlet