TANJUNG REDEB – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh para atlet Kabupaten Berau dengan memborong banyak piala.
Sebanyak enam atlet Wushu Sanda berhasil mengharumkan nama daerah dengan membawa pulang 1 medali emas dan 5 medali perak dari ajang kejuaraan tingkat regional yang baru saja digelar.
Tak hanya itu, 4 atlet di antaranya juga dinyatakan lolos untuk mewakili Berau dalam Kejuaraan Nasional Kemenpora yang akan dilaksanakan pada Juli 2025 mendatang di Surabaya.
Capaian ini disambut antusias oleh Ketua Wushu Kabupaten Berau, Simon Paranduk, ia menyampaikan rasa bangga atas kerja keras dan semangat juang para atlet binaannya.
Ia menilai hasil ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga bukti bahwa Wushu Berau memiliki potensi besar untuk bersaing di level nasional bahkan internasional.
“Anak-anak ini sudah berlatih keras dan mempersembahkan hasil terbaik. Ini bukan sekadar kebanggaan bagi Wushu Berau, tapi juga untuk seluruh masyarakat Berau,” ujar Simon.
Namun di balik keberhasilan tersebut, Simon juga menyampaikan harapan besar kepada Pemerintah Kabupaten Berau.
Agar memberikan dukungan serius terhadap keberangkatan dan persiapan para atlet yang akan bertanding di Surabaya nanti.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan di tingkat nasional sangat bergantung pada kesiapan atlet secara teknis, fisik, dan mental, yang memerlukan dukungan dari banyak pihak, terutama pemerintah.
“Kami mohon perhatian dan dukungan konkret dari Pemkab. Ini bukan hanya soal biaya keberangkatan, tapi juga soal fasilitas latihan, nutrisi atlet, dan pelatihan mental. Atlet-atlet muda ini membawa nama Berau, jadi mereka layak mendapatkan dukungan maksimal,” harapnya.
Simon juga menuturkan bahwa keberhasilan ini adalah bagian dari langkah besar yang tengah dipersiapkan Wushu Berau untuk menghadapi sejumlah event penting ke depan.
Ia menegaskan bahwa Wushu Berau telah menyiapkan target ambisius untuk menaklukkan Pra-Porprov, menjadi yang terbaik di Porprov 2026 di Paser, hingga mengirim atlet ke ajang Prapon dan PON XXII tahun 2028 mendatang.
“Kita tidak ingin hanya jadi peserta. Kita ingin jadi penantang serius di tingkat provinsi, bahkan nasional. Atlet-atlet kita punya potensi besar, tapi kita butuh ekosistem pembinaan yang kuat dan dukungan dari semua pihak,” jelasnya.
Simon menambahkan bahwa saat ini Wushu Berau memiliki sistem pelatihan yang terus dikembangkan dengan pendekatan modern.
Termasuk dengan memanfaatkan pelatih berlisensi, pemantauan perkembangan atlet, hingga program regenerasi atlet usia dini.
Capaian medali dan kelolosan ke Kejurnas bukanlah puncak, melainkan awal dari perjuangan panjang.
Komitmen Wushu Berau adalah membina atlet secara berkelanjutan, memajukan olahraga bela diri ini di tingkat lokal.
Serta menjadikan Berau sebagai kawah candradimuka bagi atlet-atlet wushu berprestasi di Kaltim.
Ke depan, Simon berharap ada sinergi lebih kuat antara pengurus cabang olahraga, KONI, Dispora, dan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan potensi cabang olahraga wushu, yang terbukti terus mencetak prestasi.
“Kami tidak muluk-muluk. Kami hanya ingin prestasi anak-anak ini dihargai dan didukung, karena mereka membawa harapan dan masa depan olahraga Berau,” pungkasnya (aky/hmd)
Editor : Nurismi