Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Panas Menyengat di Piala Dunia Klub: Atletico Madrid & PSG Menderita di Rose Bowl

Beraupost • Selasa, 17 Juni 2025 | 11:55 WIB
Pemain Atletico Madrid dan PSG mengeluhkan cuaca panas yang terik di Pasadena, Amerika Serikat. (X/ @PSG_Inside)
Pemain Atletico Madrid dan PSG mengeluhkan cuaca panas yang terik di Pasadena, Amerika Serikat. (X/ @PSG_Inside)

BerauPost - Pertandingan antara Atletico Madrid kontra PSG di Piala Dunia Klub 2025 menuai perbincangan.

Selain karena dominasi PSG yang mengalahkan sang lawan dengan skor telak 4-0, laga yang berlangsung di stadion legendaris Rose Bowl juga berlangsung di bawah terik matahari yang menyengat.

Pertandingan berlansung dalam cuaca yang sangat panas, dan dilaporkan suhu saat itu mencai 40 derajat Celcius.

Kondisi tersebut juga diperparah dengan tingkat kelembaban yang tinggi, yaitu mencapai 60 persen kelembaban menurut Sportsbible.

Hal tersebut memengaruhi performa pemain dari kedua klub. Baik PSG yang memenangi laga maupun Atletico Madrid yang tertunduk lesu akibat kekalahan telak.

Penggawa kedua tim sepakat jika laga tersebut dimainkan dalam kondisi sulit dan jauh dari ideal.

Marcos Llorente yang memperkuat Atletico Madrid menjadi pemain pertama yang mengeluhkan kondisi di laga tersebut.

Pemain yang terkenal dengan stamina kuat dan kecepatan berlarinya ini mengatakan jika mustahil bagi pemain untuk berlaga di kondisi sepanas itu.

Llorente mengatakan jika panasnya cuaca saat pertandingan membuat kuku jempol kakinya terasa sakit, sehingga ia tidak bisa berlari dengan baik.

“Sangat mustahil untuk bermain dengan kondisi seperti ini, di jam seperti itu, dengan cuaca sepanas itu. Cuacanya sangat panas sampai-sampai kuku jempol kaki saya terasa sakit. Saya tidak bisa berlari dengan baik, dan itu sangat sulit dipercaya. Hal ini berlaku untuk semuanya, dan ini bukanlah alasan,” ucap Marcos Llorente dalam sebuah sesi wawancara yang dikutip oleh Sportsbible.

Sementara itu di kubu seberang, PSG juga mengeluhkan hal yang sama. Jawara Liga Champions 2024/25 ini diwakili oleh Luis Enrique selaku pelatih dan Vitinha, yang sama-sama sepakat jika pertandingan berjalan dengan sulit.

Luis Enrique mengatakan meskipun jam pertandingannya menguntungkan bagi penonton di Eropa, namun kedua tim yang berlaga sangat menderita dengan jalannya pertandingan.

Ia menambahkan jika mustahil bagi anak asuhnya untuk tampil dengan performa terbaik sepanjang 90 menit, meskipun skor akhir berpihak bagi klub asuhannya.

“Pertandingan ini jelas dipengaruhi oleh temperatur. Jam pertandingannya sangat bagus untuk penonton di Eropa, namun kedua tim yang berlaga (PSG dan Atletico Madrid) sangat menderita. Dari segi permainan, mustahil bagi kami untuk memberikan performa terbaik selama 90 menit,” ujar Luis Enrique.

Vitinha yang tampil apik di Liga Champions musim lalu juga mengeluhkan hal yang sama. Ia mengatakan jika kondisi ini sangat sulit bagi kedua tim, terlebih bagi Atletico Madrid yang harus terus mengejar bola.

Pemain timnas Portugal ini berkata jika kulit tubuhnya sampai terbakar terkena paparan sinar matahari, dan ia akan berusaha sebaik mungkin untuk memulihkan diri untuk menyongsong laga berikutnya.

“Tentu saja, ini sangatlah sulit bagi kedua tim. Kondisi ini mungkin lebih sulit bagi Atletico Madrid karena mereka tidak menguasai bola. Buat saya, sangat sulit ketika harus mengejar bola. Kondisinya sangatlah panas, dan kulit saya terbakar. Kondisi ini sulit, namun kami akan berusaha sebaik mungkin untuk memulihkan diri,” kata Vitinha.

Atletico Madrid akan bertanding menghadapi Seattle Sounders di Seattle yang suhunya cenderung lebih dingin di laga selanjutnya.

Sementara untuk PSG, pasukan Luis Enrique kembali harus melawan cuaca terik Pasadena lantaran timnya akan menghadapi Botafogo di Rose Bowl pada Kamis (19/6) mendatang waktu setempat.

Editor : Nurismi
#atletico madrid #Piala Dunia Klub #psg