Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Bangkit di Tangan Kluivert: Ricky Kambuaya, Si Pemalu yang Jadi Jantung Garuda!

Beraupost • Sabtu, 7 Juni 2025 | 13:35 WIB
Ricky Kambuaya saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @richardo_r55
Ricky Kambuaya saat membela Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026. (Instagram @richardo_r55

BerauPost - Perjalanan Ricky Kambuaya menuju puncak tidak semulus yang dibayangkan. Gelandang asal Sorong itu meniti kariernya dari bawah, membuktikan diri hingga akhirnya bersinar terang di Timnas Indonesia.

Namanya mulai mencuri perhatian saat memperkuat Persebaya Surabaya pada musim 2019/2020. Di tangan dingin Aji Santoso, Ricky yang sebelumnya bermain di PSS Sleman menjelma jadi gelandang bertalenta tinggi.

Momen penting terjadi di ajang Piala Gubernur Jatim 2020 saat Ricky mencetak gol penting ke gawang Persija Jakarta.

Gol itu mengantar Persebaya Surabaya juara usai menang di final di Stadion Gelora Delta Sidoarjo pada 20 Februari 2020.

Bermain penuh determinasi, Ricky menunjukkan kualitas sebagai pengatur tempo sekaligus pemecah ritme lawan. Tak heran Aji Santoso begitu puas atas performa anak asuhnya yang tampil konsisten selama turnamen.

Persebaya Surabaya saat itu memang mengusung misi membangun chemistry antara pemain muda dan senior. Strategi itu terbukti efektif dan Ricky menjadi salah satu wajah baru paling menonjol.

Dengan kreativitas tinggi dan kekuatan fisik yang mumpuni, Ricky menguasai lini tengah Green Force. Ia tak hanya rajin membantu serangan, tapi juga disiplin memutus permainan lawan.

Performa apiknya saat itu bukan kebetulan, sebab Ricky tampil tajam dan berani mengambil risiko di lapangan. Lewat skema sepak pojok dari Irfan Jaya, Ricky sukses mencatatkan gol bersejarah pertamanya untuk Persebaya Surabaya.

Ia mengaku sangat bangga bisa mencetak gol sekaligus meraih gelar perdana bersama klub kasta tertinggi. Sebelumnya, Ricky memulai karier profesionalnya di Liga 2 bersama PSMP Mojokerto Putra.

Tak lupa, Ricky mempersembahkan gol dan gelar tersebut untuk Bonek, Bonita, serta keluarga tercinta yang terus mendukungnya. Ia menyebut momen itu sebagai tonggak penting dalam perjalanan kariernya.

Ricky menilai trofi Piala Gubernur Jatim harus dijadikan bahan bakar untuk mengarungi kompetisi Liga 1. Ia menegaskan tekad Persebaya Surabaya memburu gelar juara Liga 1 dan ASEAN Club Championship musim itu.

Green Force memang tampil percaya diri menghadapi musim baru berkat hasil positif di pramusim. Ricky pun menyuarakan semangat tim yang ingin terus haus gelar dan tampil lebih baik.

Meskipun sejak 5 April 2022 tak lagi berseragam Persebaya Surabaya dan memilih hijrah ke Persib Bandung, warisannya tetap terkenang. Kini, ia bermain untuk Dewa United setelah sempat jadi bagian penting Maung Bandung.

Selama membela Persebaya Surabaya, Ricky mencatatkan statistik mentereng dengan 25 penampilan, 6 gol, dan 2 assist. Ia juga tercatat mengoleksi 7 kartu kuning dan 1 kartu kuning kedua dengan total menit bermain 1.432 menit.

Performa impresif di klub membuatnya tak luput dari radar pelatih Timnas Indonesia. Namun sinarnya sempat meredup di era Shin Tae-yong yang jarang memainkannya secara reguler.

Hingga akhirnya, pelatih baru Timnas Indonesia, Patrick Kluivert, kembali memberi kepercayaan pada Ricky. Hasilnya, sang gelandang tampil luar biasa saat Tim Garuda menaklukkan Tiongkok 1-0 di SUGBK pada 5 Juni 2025.

Bermain di sektor kiri, Ricky tampil kukuh dan sulit dihentikan lini tengah lawan. Bahkan, penalti kemenangan Indonesia bermula dari pelanggaran terhadapnya oleh pemain Tiongkok, Yang Zexiang.

Pada pertandingan tersebut, Ricky mencatat satu dribel sukses, satu umpan kunci, satu tembakan, dan enam kali memenangi duel. Statistik itu memperlihatkan betapa besarnya pengaruhnya di lapangan.

Kluivert pun tak segan memberikan pujian pada Ricky di konferensi pers usai laga. Ia menyebut Ricky bermain fantastis dan selalu bermain dengan hati besar meski dikenal sebagai sosok pemalu.

Momen lawan Tiongkok menjadi comeback gemilang bagi Ricky setelah dua tahun tak menjadi starter. Terakhir ia tampil sejak menit awal bersama Timnas terjadi saat melawan Filipina pada 2023 di Manila.

Kini, Ricky menjadi andalan baru dalam proyek besar Kluivert membawa Garuda melangkah lebih jauh di Kualifikasi Piala Dunia 2026. Indonesia telah memastikan tempat di ronde keempat usai mengunci 12 poin di Grup C.

Dengan semangat pantang menyerah dan kerja keras yang terus ia tunjukkan, Ricky menjadi simbol perjuangan anak bangsa yang tak pernah menyerah. Dari lapangan Liga 2 hingga pentas internasional, kisahnya adalah inspirasi.

Bersinar di bawah asuhan Aji Santoso dan kembali menyala bersama Patrick Kluivert, Ricky Kambuaya kini tak hanya menjadi pemain penting. Ia adalah bukti nyata kerja keras dan kesabaran akan berbuah hasil yang gemilang. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#gelandang #sorong #Ricky Kambuaya #Timnas Indonesia