Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Rifda Irfanaluthfi Gantung Sepatu: Senam Indonesia Kehilangan Ratu Ritmik

Beraupost • Rabu, 16 April 2025 | 13:15 WIB
Pesenam putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi saat bertanding di nomor palang bertingkat perorangan putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia. (Hendra Eka/Jawa Pos)
Pesenam putri Indonesia, Rifda Irfanaluthfi saat bertanding di nomor palang bertingkat perorangan putri SEA Games XXIX Kuala Lumpur di MITEC, Kuala Lumpur, Malaysia. (Hendra Eka/Jawa Pos)

BerauPost - Kabar mengejutkan datang dari atlet senam Indonesia. Rifda Irfanaluthfi dipastikan telah pensiun alias tak lagi menjadi atlet senam ritmik profesional Merah Putih.

Kepastian Rifda pensiun itu disampaikan oleh Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Senam Indonesia (PB Persani), Ita Yuliati. Atlet yang mencatatkan sejarah sebagai pesenam Indonesia pertama yang lolos olimpiade itu telah memutuskan pensiun di usia 25 tahun.

"Ya, Rifda (Irfanaluthfi) pensiun, sudah resmi," ujar Ita ditemui di Kemenpora RI, Senin (14/4) siang.

Pensiunnya Rifda jelas menjadi kerugian untuk Indonesia. Sebab pesenam kelahiran 16 Oktober 1999 itu selama ini bisa dibilang menjadi tulang punggung senam ritmik Indonesia.

Selain menjadi olympian senam pertama, Rifda sepanjang kariernya berhasil meraih medali perak Asian Games 2018 disiplin floor exercise dan sudah menyumbangkan empat emas, lima perak, serta empat perunggu untuk Indonesia di ajang SEA Games.

Ita mengaku kehilangan Rifda. Kekuatan senam Indonesia di sektor putri jadi sedikit berkurang. PB Persani pun terus berupaya menyiapkan regenerasi atlet, meskipun diakuinya belum ada yang benar-benar selevel dengan Rifda.

"Makanya terus terang kami memang dalam hal ini yang putri itu agak belum maksimal ya. Kalau yang putra, Insya Allah kami maksimal," tutur Ita Yuliati.

Saat ini ada tiga pesenam putri yang diproyeksi untuk menjadi penerus Rifda di pelatnas Persani. Di satu sisi ia tak menampik bahwa prosesnya tidak mudah dan memerlukan waktu panjang.

"Kalau yang perempuan sih spesifiknya kami sekarang ada tiga, ada Ameera, ada Salsabila, ada Alaris. Tapi kan ini masih perjuangan panjang karena memang gimnastik itu luar biasa," terangnya.

"Untung mereka masih mau juga, saya paksa, karena ada juga yang sudah berhenti. Ada yang mau nikah, ada yang mau apa," tambah Ita.

Masa depan Rifda Irfanaluthfi sendiri memang telah menjadi tanda tanya pasca berlaga di Olimpiade Paris 2024. Saat itu dia memaksakan diri untuk tampil dengan kondisi cedera dan hanya tampil pada babak kualifikasi individual putri.

Rifda yang tampil di nomor All Around, hanya bisa memainkan palang bertingkat dari empat alat yang wajib dicobanya. Catatan poinnya pun hanya 9,166 poin.

Tapi kala itu Rifda mengaku masih belum bisa mengambil keputusan soal masa depannya. "Saya mau merasakan vibes Olimpiade dulu. Mungkin saya operasi, mungkin juga tidak. Apa saya mau pensiun atau mau lanjut jadi atlet," ujar Rifda dalam keterangan resmi NOC Indonesia, pada Juli lalu. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#pensiun dini #olimpiade #senam #atlet