Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Performa Foden Disorot: Antara Gemilang di Klub, Meredup di Timnas

Beraupost • Selasa, 1 April 2025 | 16:00 WIB
Phil Foden. (Kin Cheung/AP Photo)
Phil Foden. (Kin Cheung/AP Photo)

BerauPost – Gelandang Manchester City Phil Foden mengakui merasakan tekanan yang berbeda saat mewakili Inggris dibanding ketika bermain level klub bersama The Citizens

Peran Foden bersama The Three Lions sering menjadi bahan perdebatan sengit karena para penggemar berusaha mencari cara untuk membantu mencapai level performa ketika membela klub untuk diimplementasikan di level internasional.

Pemain Terbaik Liga Primer Inggris tahun lalu itu baru mencatatkan empat gol untuk timnas Inggris, yang terakhir dia cetak pada November 2023 lalu.

 Pesepak bola paling populer di City itu masih dipercaya masuk dalam skuad utama debut Thomas Tuchel sebagai pelatih kepala timnas Inggris, saat menang 2-0 atas Albania.

Dia mengisi sisi kanan serangan, tetapi gagal menunjukkan penampilan terbaik.

Dalam sebuah wawancara dengan GQ, pemain serba bisa berusia 24 tahun ini mengakui ada perbedaan yang signifikan ketika bermain untuk klub dan mewakili negara yang membuat penampilan di lapangan dianggap kurang.

"Untuk tampil keduanya (klub dan negara), semua orang menonton dan mendukung saya untuk tampil lebih baik, tetapi (selalu ada) orang-orang yang akan menghakimi. Saya merasa ada lebih banyak tekanan saat berseragam Inggris,” ujar Phil Foden.

"Anda memiliki manajer yang berbeda, cara bermain yang berbeda, bermain dengan pemain yang tidak sering bermain dengan Anda, jadi ada banyak hal yang berbeda dengan klub saat bermain di tim nasional. Namun, saya tidak melakukan pendekatan (kepada rekan-rekan tim saya) secara berbeda. Saya mencoba membaca permainan tim saya, ke mana mereka akan berlari, gerakan apa yang akan mereka lakukan," papar Phil Foden.

Kemudian, pesepak bola kelahiran Stockport itu mengakui kegembiraannya atas apa yang mungkin menjadi suasana berbeda yang telah ia sebut di bawah juru taktik baru Tuchel.

"Ya, kami semua menantikan babak baru dan melihat seperti apa Thomas (Tuchel). Saya belum pernah bekerja sama dengannya sebelumnya, jadi ini akan menjadi pengalaman baru dan saya bersemangat untuk melihat seperti apa dia," tutur Phil Foden.

"Terkadang ketika ada manajer baru, suasananya jadi berbeda, jadi saya sangat berharap semuanya akan baik-baik saja.

Banyak dari kita yang sangat menghormati Gareth (Southgate), atas apa yang telah ia lakukan untuk kita (timnas Inggris),” tambah Foden.

"(Gareth Southgate) membawa kita masuk ke final dan tidak bisa memenangkannya... sungguh mengecewakan. Melihatnya pergi juga mengecewakan karena dia orang yang baik dan pelatih yang hebat. Namun, itulah sepak bola banyak hal akan terjadi," ucap Phil Foden.

Selain kesulitannya bersama The Three Lions, dia juga tidak bisa bersinar bersama The Citizen musim ini.

Foden telah mencetak tujuh gol dalam 24 pertandingan Liga Inggris hingga saat ini dan kabarnya telah menimbulkan keraguan di antara rekan-rekannya di klub.

"Berada di posisi ini, saya belum terbiasa, jadi ini adalah sesuatu yang harus Anda hadapi dengan tenang. Sayangnya, ini hanya salah satu musim terburuk saya,” ungkap pemain 24 tahun itu.

"Kami masih bisa menyelesaikannya dengan kuat dan kami harus tetap positif dan percaya pada semua yang telah kami lakukan serta tetap bersatu. Anda tidak bisa selalu berada di puncak performa dan selalu menjadi yang terbaik," tandas Phil Foden. 

“Ada pasang surut dalam sepak bola, ini hanya tentang bereaksi dan memikirkan pertandingan berikutnya. Ini aneh, karena sekarang saya hanya bermain seminggu sekali (setelah tersingkir dari Liga Champions), saya tidak terbiasa memiliki lebih banyak waktu luang,” pungkas Foden. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Machester City #phil foden