BerauPost - Superstar Liga Basket Amerika (NBA), Damian Lillard terpaksa tidak dapat memperkuat Milwaukee Bucks.
Setelah didiagnosis mengalami trombosis vena dalam, yang umum dikenal sebagai bekuan darah, di betis kanannya. Kondisi ini membuatnya tidak bisa bermain untuk waktu yang tidak ditentukan.
Menurut laporan dari ESPN, Lillard kini sedang menjalani pengobatan dengan obat pengencer darah untuk mengatasi bekuan yang ada di tubuhnya.
Dalam beberapa hari terakhir, ia telah melakukan serangkaian konsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan diagnosis yang tepat mengenai kondisi kesehatannya.
Manajer Bucks, Jon Horst, memberikan pernyataan terkait situasi yang dihadapi oleh bintang berusia 34 tahun itu.
"Kesehatan Damian (Lillard) adalah prioritas utama. Kami (jajaran staf Bucks) akan mendukungnya saat ia menjalani proses penyembuhannya dengan ketat untuk memastikan bahwa ia aman untuk kembali bermain," ujarnya.
Horst juga menambahkan, "Dokter telah mengindikasikan bahwa situasinya sangat tidak mungkin terjadi lagi. Kami bersyukur bahwa hal ini teridentifikasi dan diobati dengan cepat, yang membantu pemulihan," pungkasnya.
Pemain yang akrab disapa Dame ini telah melewatkan tiga pertandingan terakhir Milwaukee karena cedera betis, dan pelatih Doc Rivers sebelumnya menyatakan bahwa kondisi Lillard belum menunjukkan perkembangan yang positif sebelum pertandingan pada Senin (24/3) lalu.
Dia juga sempat absen selama 10 hari pada bulan Desember karena masalah serupa, yang kemungkinan besar merupakan awal dari kondisi yang kini dihadapinya.
Cedera yang dialami oleh salah satu pilar penting Bucks ini membuat tim yang bermarkas di Fiserv Forum mengalami penurunan performa, terutama saat mereka berjuang untuk meraih tiket ke playoff di klasemen musim reguler Wilayah Timur.
Milwaukee Bucks telah mengalami kekalahan dalam tiga dari lima pertandingan terakhir dan enam dari sepuluh pertandingan terakhir, yang mengakibatkan anak asuh Doc Rivers terperosok ke posisi kelima di Wilayah Timur, hanya unggul setengah pertandingan dari Detroit Pistons yang berada di posisi keenam.
Selama Lillard absen, Bucks mencatatkan rekor delapan kemenangan dan lima kekalahan, namun rata-rata poin mereka menurun drastis menjadi 108,5 poin per pertandingan, dibandingkan dengan 115,7 poin per laga ketika Lillard bermain.
Mantan pemain Portland Trail Blazers ini terpilih untuk Pertandingan All-Star kesembilannya musim ini dan mencatatkan rata-rata 24,9 poin serta 7,1 assist per pertandingan.
Pada musim keduanya berduet dengan Giannis Antetokounmpo, keduanya telah menjadi kombinasi yang sangat berbahaya dengan rata-rata mencetak 55,1 poin, menjadikan mereka sebagai duet pencetak skor tertinggi di NBA musim ini.
Sayangnya, ini adalah musim kedua berturut-turut Bucks menghadapi masalah cedera yang menghantui superstar mereka menjelang playoff. Musim lalu, Antetokounmpo juga absen ketika timnya kalah di putaran pertama melawan Indiana Pacers akibat cedera betis.
Babak playoff semakin dekat, dengan hanya tersisa 11 pertandingan musim reguler untuk tim Wisconsin ini.(jpg/smi)
(27/3) Denver Nuggets vs Milwaukee Bucks
(29/3) Milwaukee Bucks vs New York Knicks
(31/3) Milwaukee Bucks vs Atlanta Hawks
(2/4) Milwaukee Bucks vs Suns
4/4) Philadelphia 76ers vs Milwaukee Bucks
(6/4) Miami Heat vs Milwaukee Bucks
(7/4) New Orleans Pelicans vs Milwaukee Bucks
(9/4) Milwaukee Bucks vs Minnesota Timberwolves
(11/4) Milwaukee Bucks vs New Orleans Pelicans
(12/4) Detroit Pistons vs Milwaukee Bucks
(14/4) Milwaukee Bucks vs Detroit Pistons
Editor : Nurismi