BerauPost - Debut Patrick Kluivert sebagai pelatih timnas Indonesia akhirnya terlaksana pada Kamis (20/30). Pelatih asal Belanda ini memimpin anak asuhnya menghadapi Australia dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Sayangnya debut eks penyerang timnas Belanda tersebut berakhir dengan penuh air mata. Maarten Paes dan kawan-kawan harus rela dicukur tim Kangguru selaku tuan rumah dengan skor telak 1-5.
Martin Boyle, Nishan Velupillay, Jackson Irvine, dan Lewis Miller, menjadi penyumbang gol buat Australia. Sementara itu timnas Indonesia hanya mampu membalas lewat satu gol yang dibuat oleh pemain debutan, Ole Romeny pada menit ke-78.
Hasil ini membuat posisi timnas Indonesia semakin menjauh dari dua besar Grup C yang akan mendapatkan tiket langsung ke Piala Dunia 2026.
Timnas Garuda langsung merosot ke posisi kelima, lantaran memiliki selisih gol buruk usai dibabat Jackson Irvine dan kawan-kawan.
Hasil buruk ini membuat banyak pendukung tim Merah Putih yang merindukan sosok Shin Tae-yong, eks pelatih timnas Indonesia.
Bahkan pada pertandingan kontra Australia, sayup-sayup terdengar teriakan pendukung tim Garuda yang menyuarakan sosok pelatih asal Korea Selatan ini.
Rekam jejak Shin Tae-yong di timnas Indonesia memang tidak perlu diragukan lagi. Eks pemain timnas Korea Selatan ini berhasil mencuri hati penggemar Indonesia sejak pertama kali menginjakkan kaki di pinggir lapangan untuk melatih tim Merah Putih.
Meskipun mengawali debutnya juga kekalahan, Shin Tae-yong berhasil bangkit dengan mengantarkan timnas Indonesia lolos ke 16 besar Piala Asia 2023.
Pertandingan pertama timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong pada 25 Mei 2021, timnas Indonesia saat itu takluk 2-3 dari Afghanistan dalam laga uji coba.
Setelah takluk dari Afghanistan di laga debutnya, timnas Indonesia asuhan Shin Tae-yong menampilkan perbaikan yang sangat signifikan.
Dia mempercayakan banyak pemain muda di timnas Indonesia, dan berujung pada keberhasilannya menjadi runner-up di Piala AFF 2020.
Kemudian pelatih yang akrab disapa STY ini juga berhasil membawa tim Garuda lolos ke Piala Asia 2023. Tidak hanya itu, dia bahkan mencetak sejarah dengan menuntun Marselino Ferdinan dan kawan-kawan ke babak 16 besar Piala Asia untuk pertama kalinya.
Puncak keberhasilan STY bersama timnas Indonesia diraih kala membawa tim Garuda Muda lolos ke semifinal Piala Asia U-23 pada awal 2024. Kemudian dia juga mengantar timnas Indonesia ke ronde ketiga kualifikasi Piala Dunia zona Asia untuk pertama kalinya dalam sejarah, sebelum posisinya lengser dan digantikan Patrick Kluivert.
Debut buruk Patrick Kluivert bersama timnas Indonesia bukan berarti menjadi akhir dari segalanya buat sang pelatih. Kini dia harus mampu membuktikan diri untuk bisa merebut hati penggemar timnas Indonesia dengan hasil dan penampilan apik, seperti yang dilakukan pendahulunya.
Menanggapi kekalahan ini, Patrick Kluivert mengatakan jika pertandingan akan berjalan berbeda jika penalti Kevin Diks di babak pertama berbuah gol. Dia juga meminta maaf kepada seluruh penggemar timnas Indonesia yang menyaksikan laga debutnya berakhir dengan kekalahan.
"Jika kami mencetak penalti itu, maka pertandingan akan berjalan sangat berbeda. Saya pikir kami bertarung seperti seekor singa, lantaran kami tidak putus asa. Saya sangat kecewa dengan hasil ini, tidak hanya kepada kami, tetapi juga untuk semua yang telah mendukung kami," ungkap Kluivert kepada Aljazeera.
Laga hidup dan mati timnas Indonesia di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia akan berlanjut pada Selasa (25/3) dengan menghadapi Bahrain. Patrick Kluivert harus mampu membawa anak asuhnya meraih kemenangan demi menjaga asa lolos ke Piala Dunia 2026. (jpg/smi)
Editor : Nurismi