BerauPost - Gregoria Mariska Tunjung mengakui masih banyak kekurangan pada dirinya sebagai atlet badminton.
Terlebih ketika harus terhenti di babak perempat final England setelah ditundukkan wakil Tiongkok, Han Yue, dengan dua game langsung (15-21, 17-21) di Utilita Arena, Birmingham.
Jorji -sapaan akrabnya- mengakui tak hanya sulit mengeluarkan performa terbaiknya, tetapi juga merasa sulit mengimbangi lawan.
Karenanya, pemain binaan PB Mutiara Cardinal Bandung itu ingin berjanji kepada diri sendiri untuk lebih fit secara kondisi badan.
Disebutnya, setelah cedera Oktober 2024, kondisi badannya belum kembali ideal.
"Saya mau menambah massa otot, menurunkan berat badan. Tapi tidak mau terlalu kurus agar tenaganya tidak hilang," sebut istri Mikha Angelo tersebut.
Hal ini disebutnya agar footworknya bisa lebih ringan dan lebih cepat. "Serta agility-nya bisa lebih mendukung," tutur Jorji.
Tahun ini bakal menjadi tahun perjuangan bagi Jorji. Setelah menikah, dia tetap menetap di Pelatnas PBSI Cipayung dan pulang pada Sabtu-Minggu.
Dia menceritakan hal itu memang sudah diobrolkan bersama Mikha dan keluarga, bahwa dirinya bakal tetap menjadi pebulu tangkis.
"Karena itu sebuah tanggung jawab dan komitmenku sebagai atlet," ucapnya.
Meski demikian, perannya saat ini menjadi dua. Yakni pemain dan juga istri. "Tapi aku rasa sekarang ini tanggung jawabku masih cukup besar untuk jadi atlet, mewakili Indonesia. Jadi kayak Mikha, Puji Tuhan mengerti dan seluruh keluarganya mendukung agar aku bisa main lagi," ungkapnya.
Jorji menyatakan rencana tinggal di Pelatnas hingga Olimpiade Los Angeles 2028. Namun, dia juga melihat perkembangan yang ada pada satu-dua tahun mendatang. "Memang target panjang main di Los Angeles. Tapi ya semoga dua tahun ini aku bisa membuktikan untuk mengejar ke sana," katanya.
Namun, di dua tahun ini juga butuh penyesuaian. Sebab, dia tidak ingin sang kekasih merasa ditinggal.
"Karena aku sudah menjadi istri, dan istri kan kesannya berbeda dibanding saat aku jadi pacar atau tunangan," ucapnya.
Jorji menyebutkan mengenai keputusan menikah di usia 26 tahun. Dia tak menampik banyak yang meragukan komitmennya.
"Cuma aku yakin karena aku punya pasangan yang baik. Mikha bukan pasangan yang kalau kasarnya akan mendistraksi aku untuk tidak berprestasi," ujarnya.
Selain itu, keluarga suami juga mendukungnya. Apalagi, dengan memilih untuk tetap main, pastinya menunda untuk mendapatkan buah hati. (jpg/smi)
Editor : Nurismi