BerauPost - Timnas Indonesia kini disebut-sebut sebagai 'Belanda versi mini' oleh media Korea Selatan, SPOTV News.
Hal ini lantaran PSSI merekrut sejumlah pelatih dan staf kepelatihan yang mayoritas berasal dari Belanda untuk mempersiapkan skuad Garuda menghadapi lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Dalam laga terdekat, Indonesia dijadwalkan menghadapi Australia di Sydney Football Stadium pada Kamis (20/3/2025) dan menjamu Bahrain di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada Selasa (25/3/2025). Untuk menghadapi laga penting ini, Tim Merah Putih kini berada di bawah kepemimpinan Patrick Kluivert yang ditunjuk sebagai pelatih kepala.
‘Pengkhianatan’ terhadap Shin Tae-yong
SPOTV News menyoroti keputusan PSSI yang secara mendadak memberhentikan Shin Tae-yong dan menggantikannya dengan Patrick Kluivert. Dalam artikelnya, mereka menyebut Indonesia mengincar tiket Piala Dunia dengan mengandalkan pemain naturalisasi serta pelatih yang berasal dari Eropa.
"Timnas sepak bola Indonesia yang sempat mengkhianati pelatih Shin Tae-yong dan berganti pelatih menjadi Patrick Kluivert kini bertumpu pada pemain asing untuk lolos ke Piala Dunia," tulis SPOTV dalam laporannya pada Minggu (16/3/2025).
Tim Kepelatihan Didominasi Orang Belanda
Saat ini, Timnas Indonesia memiliki 14 anggota staf kepelatihan yang diumumkan oleh PSSI. Dari jumlah tersebut, sebagian besar memiliki latar belakang sepak bola Belanda. Berikut adalah susunan staf kepelatihan Timnas Indonesia:
- Patrick Kluivert (Pelatih Kepala)
- Alex Pastoor, Denny Landzaat, Gerald Vanenburg (Asisten Pelatih)
- Sjoerd Woudenberg (Pelatih Kiper)
- Quentin Jacoba (Pelatih Fisik)
- Sofie Imam Faizal (Asisten Pelatih Fisik)
- Leo Echteld, Chesley ten Oever (Fisioterapis)
- Jordy Kluitenberg (Video Analis)
- Bram Verbruggen, Regi Blinker (Team Developer)
- Alfan Nur Asyhar (Dokter Tim)
- Sumardji (Manajer Tim)
- Jordi Cruyff (Penasihat Teknis)
"Dari direktur hingga pelatih, semuanya hampir seperti Belanda. Patrick Kluivert yang lahir di Belanda, membangun staf kepelatihannya dengan orang-orang yang berasal dari negara yang sama demi komunikasi yang lebih mudah," tulis SPOTV.
Shin Tae-yong Disebut Tak Layak Dipecat
Media Korea tersebut juga mengkritisi pemecatan Shin Tae-yong yang dianggap terjadi secara tiba-tiba, meski Timnas Indonesia menunjukkan perkembangan signifikan di bawah kepemimpinannya.
"Dengan Piala Dunia yang semakin dekat, Indonesia secara sepihak memutuskan kontrak Shin Tae-yong di awal tahun dan menggantinya dengan pelatih dari Eropa," lanjut SPOTV.
Mereka menyoroti fakta bahwa Shin Tae-yong mendapat dukungan besar, tidak hanya dari pemain tetapi juga publik Indonesia. Namun, kontraknya hanya diperpanjang selama enam bulan hingga 2027, yang dinilai sebagai keputusan aneh mengingat performanya yang tidak buruk.
Langkah Erick Thohir Dapat Apresiasi
Meski mengkritisi keputusan PSSI, SPOTV tetap memberikan apresiasi terhadap upaya Erick Thohir dalam membangun Timnas Indonesia yang lebih kuat. Salah satu langkah yang dipuji adalah upaya penambahan pemain naturalisasi, termasuk Ole Romeny, Emil Audero, Dean James, dan Joey Pelupessy.
"Dukungan terhadap pelatih Kluivert yang baru didatangkan sangat luar biasa," tulis media tersebut.
Dengan komposisi tim yang didominasi oleh pelatih dan pemain naturalisasi asal Eropa, Timnas Indonesia kini menghadapi tantangan besar untuk membuktikan bahwa keputusan ini dapat membawa mereka ke level yang lebih tinggi di kancah internasional. (jpg/smi)
Editor : Nurismi