Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Kisah Loyalitas Choi Ju-young: Dari Korea Selatan ke Medan Laga Timnas Indonesia

Beraupost • Selasa, 4 Februari 2025 | 16:05 WIB
Cho Ju-yong (kiri), fisioterapis legendaris yang sempat menangani timnas saat Piala Asia U-23 2024. (Dok. PSSI)
Cho Ju-yong (kiri), fisioterapis legendaris yang sempat menangani timnas saat Piala Asia U-23 2024. (Dok. PSSI)

BerauPost - Di tengah perjuangan Timnas Indonesia U-23 di Piala Asia U-23 2024 yang lalu, ada sosok yang kerap muncul di pinggir lapangan ketika para pemain mengalami cedera.

Berambut tebal, agak gondrong, berkacamata, dan dengan gestur penuh ketegasan—itulah Choi Ju-young, dokter olahraga asal Korea Selatan yang menjadi fisioterapis utama tim.

Choi Ju-young sebenarnya telah berencana untuk meninggalkan skuad setelah fase grup. Namun, pelatih Shin Tae-yong dan Ketua PSSI Erick Thohir berhasil membujuknya untuk tetap tinggal, membuktikan betapa penting perannya bagi tim.

Kiprah Choi Ju-young dalam Dunia Kedokteran Olahraga

Choi bukanlah nama asing dalam dunia medis olahraga. Lahir pada 2 Mei 1952, ia telah berkarier selama puluhan tahun di bidang ini.

Pengalamannya mencakup 18 tahun sebagai dokter Timnas Korea Selatan (1994–2012), termasuk saat tim berjaya di Piala Dunia 2002 dengan mencapai semifinal.

Ia kemudian melanjutkan kiprahnya bersama Timnas Vietnam di era kepelatihan Park Hang-seo (2019–2021), sebelum akhirnya bergabung dengan Timnas Indonesia di bawah kepemimpinan Shin Tae-yong.

Keahliannya dalam menangani cedera pemain menjadikannya aset berharga di setiap tim yang ia tangani.

Selain berperan di Timnas Indonesia, Choi juga menjabat sebagai Direktur Korea Medicine Sports Center di Korea Selatan.

Kliniknya memiliki banyak pasien, termasuk atlet profesional dari berbagai cabang olahraga, yang bergantung pada keahliannya dalam rehabilitasi cedera.

Keputusan Tetap Bertahan di Timnas Indonesia

Pada awalnya, Choi hanya berencana mendampingi Timnas Indonesia U-23 hingga fase grup Piala Asia U-23 2024.

Namun, setelah tim berhasil melaju ke perempat final, Shin Tae-yong secara pribadi memintanya untuk tetap tinggal.

Tak hanya Shin Tae-yong, Erick Thohir pun turun tangan dengan menghubungi Choi secara langsung dan membujuknya agar terus bersama tim hingga turnamen berakhir.

“Saya sudah berencana kembali ke Korea Selatan setelah penyisihan grup karena ada banyak pasien dan atlet yang menunggu saya di klinik,” ujar Choi dalam wawancaranya dengan media Korea Selatan, Best Eleven.

Namun, setelah mempertimbangkan permintaan dari Shin dan Erick, Choi akhirnya memutuskan untuk tetap bersama Timnas Indonesia hingga turnamen usai.

“Saya sudah menghubungi Korea Medicine Sports Center dan memastikan semua bisa diatur. Saya ingin terus berkontribusi untuk tim ini,” tambahnya.

Komitmen untuk Kesuksesan Timnas Indonesia

Choi Ju-young bukan hanya seorang dokter, tetapi juga sosok yang memiliki dedikasi tinggi terhadap setiap tim yang ia dampingi.

Di usianya yang telah menginjak 71 tahun, ia masih aktif berperan dalam dunia sepak bola dan memberikan kontribusi besar terhadap kesehatan para pemain.

"Saya bertekad untuk bekerja keras dan membantu tim ini meraih kesuksesan," tegasnya.

Dengan pengalaman dan keahliannya, Choi telah membuktikan bahwa peran seorang dokter olahraga sangat krusial dalam mendukung performa tim.

Keputusannya untuk tetap bertahan di Piala Asia U-23 2024 menunjukkan loyalitasnya terhadap Timnas Indonesia dan semangatnya dalam dunia medis olahraga. Kini, PSSI kembali mempercayai Choi untuk menjadi fisioterapis Timnas U-17.

Dengan pengalaman dan dedikasinya yang besar, Choi diharapkan mampu untuk memberikan yang terbaik bagi pemain timnas. (jpg/smi)

Editor : Nurismi
#Choi Ju Young #indonesi #timnas