Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Marquez Akui Tekanan Tinggi di Ducati, Tetap Optimistis Raih Podium

Beraupost • Selasa, 21 Januari 2025 | 09:25 WIB
Pembalap Ducati Corse, Marc Marquez, dalam acara peluncuran tim Ducati jelang MotoGP 2025. (DOK. MOTOGP)
Pembalap Ducati Corse, Marc Marquez, dalam acara peluncuran tim Ducati jelang MotoGP 2025. (DOK. MOTOGP)

BerauPostMarc Marquez bersiap menghadapi tantangan pada MotoGP 2025 dalam debutnya sebagai pembalap Ducati Corse. Dia juga mengungkapkan target yang harus dicapai setelah berstatus sebagai pembalap tim pabrikan.

Ducati Corse baru saja menyelenggarakan peluncuran tim yang dilakukan di Madonna di Campiglio, Italia, Senin (20/1). Tim yang berasal dari Bologna itu memamerkan motor Desmosedici GP25 berwarna merah sesuai khas mereka.

Selain itu, Ducati juga memperkenalkan Francesco Bagnaia dan Marc Marquez sebagai dua pembalapnya yang akan mengendarai GP25 secara resmi pada MotoGP 2025. Kehadiran mereka menjadi sorotan jelang kompetisi di mulai.

Marc Marquez akan menjalani debutnya berada di Ducati Corse pada MotoGP 2025. Baginya, ini bukan sekadar berganti seragam, tetapi langkah penting dalam kariernya.

Bergabung dengan tim pabrikan Ducati adalah kesempatan besar, sekaligus beban penuh ekspektasi. Promosi Marquez ke tim utama terjadi setelah menggeser posisi Enea Bastianini dan mengalahkan Jorge Martin dalam perebutan kursi.

Ironisnya, Jorge Martin sendiri adalah juara MotoGP 2025 dengan performa luar biasa di tim satelit Pramac Racing. Namun, Marquez yang musim lalu mencetak tiga kemenangan bersama Gresini Racing berhasil menarik perhatian Ducati.

Kini pembalap berjuluk The Baby Alien itu akan menjalani debut bersama tim pabrikan Ducati pada MotoGP 2025. Situasi ini mengingatkan pada tahun 2013 ketika memulai debut di kelas super premier di usia 20 tahun dan menjadi juara dunia pada tahun tersebut.

Bedanya, kali ini Marquez datang dengan pengalaman matang sebagai juara dunia enam kali di kelas MotoGP. Meski begitu, dia mengakui bahwa tekanan untuk memenuhi harapan sangat besar.

“Pada tahun 2013, saya tidak tahu di mana posisi saya, semuanya terasa seperti mimpi,” ucap Marquez, dikutip dari Motorsport.

“Sekarang, mendekati usia 32 tahun, saya jauh lebih realistis. Saya paham apa artinya menjadi bagian dari tim pabrikan dan bertarung di level teratas MotoGP.”

“Saat ini saya lebih memahaminya. Pada tahun 2013, semuanya terasa luar biasa, semuanya merupakan anugerah. Sekarang saya masih merasa gugup, tetapi saya sangat realistis tentang apa yang terjadi saat mengenakan warna ini,” tambahnya.

Ketika ditanya apa artinya berada di tim pabrikan, Marquez menjawab dengan tegas. Dia mengatakan sebagai pembalap tim pabrikan harus berjuang untuk meraih gelar MotoGP.

“Artinya, Anda harus berjuang untuk gelar. Ketika pabrikan terbaik memberikan kepercayaan pada Anda, itu datang dengan tanggung jawab besar,” kata kakak dari Alex Marquez itu.

“Beban itu ada, tetapi saya akan menjadikannya sebagai motivasi. Saya akan membawa pulang poin sebanyak mungkin untuk tim ini,” katanya.

Kendati mengakui harus berjuang untuk sebuah gelar MotoGP, Marquez juga mengatakan target realistisnya. Tiga besar adalah misi yang harus dicapai oleh pembalap juara dunia delapan kali itu.

“Saya sudah katakan, tujuan utamanya adalah berada di tiga besar. Mengapa? Karena jika Anda berada di tiga besar, itu berarti Anda telah berjuang untuk gelar,” jawab Marquez. (jpg/smi)

Editor : Nurismi