JAKARTA – Mewakili kontingen Kalimantan Timur, tim atlet Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (Porlasi) Sanubari Sailing Club telah berhasil memboyong sebanyak 6 medali emas di Kejuaran Nasional (Kejurnas) Layar Indonesia Open 2024 yang dipusatkan di INSC Ancol, Jakarta.
Dijelaskan Ketua Porlasi Kaltim, Teddy Abay, untuk mendapatkan medali emas tidak lah mudah. Pasalnya, dalam kejuaraan tersebut seluruh atlet layar yang ikut bertanding di kejurnas merupakan atlet layar terbaik dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia.
“Ini adalah satu capaian yang baik, karena atlet kita mampu untuk bersaing dengan provinsi-provisi lain yang ada di Indonesia,” ujarnya kepada awak media, Selasa (2/7).
Dirinya juga mengaku bangga dengan prestasi yang diraih tersebut. Sebab selain 6 medali emas, atletnya juga berhasil meraih 3 medali perak dan 2 medali perunggu. Sehingga, dari hasil yang telah didapat tersebut membuktikan bahwa atlet layar Kaltim sangat konsisten dalam berlatih.
“Sebagai pengurus, saya bangga. Ini prestasi membanggakan untuk Kaltim dan Berau, secara khusus. Apalagi, mereka ini anak-anak Berau yang dilatih di Tanjung Batu secara konsisten,” katanya.
Adapun atlet yang meraih medali emas tersebut, yakni Adelia Maisya Adha – Optimist Girls, Ahmad Risno – ILCA 4 Open, Devi Arpianti – ILCA 4 Girls, Della Fatriyani – Techno Girls, M. Haikal – Techno Open, serta Sarmila dan Cintia Laura Kirana – INT 420 Girls.
"Dan untuk atlet yang meraih medali perak, yakni Devi Arpianti - ILCA 4 Open, Zenriadi - ILCA 6 Open, dan Nenni Marlini - IQ Foil Girls. Untuk medali perak diraih, M. Adhit - Optimist Open, serta M. Albani dan Aril Rifandi – INT 420 Open,” sebutnya.
Tanpa adanya latihan menurutnya para atlet tidak bisa tampil sebagai seperti saat ini. Sehingga, dengan konsistennya latihan maka atlet bisa terus berkembang dan meningkatkan kemampuan.
Tak lupa pula pelatih para atlet tersebut sudah membuat porsi latihan yang memang dipersiapkan untuk skala kejuaraan nasional dan internasional. Bahkan, dalam 5 hari atlet bisa memakan waktu sebanyak 20 jam berlatih. Jika dikalikan sebulan, atlet bisa berlatih selama 800 jam hingga 1.000 jam per tahun.
“Kurang lebih kalkulasinya seperti itu. Nah yang diraih sekarang itu, berkat latihan yang diterapkan dari 4 tahun lalu,” jelas Teddy.
Meskipun diakui, kemampuan atlet-atlet yang turun di kejurnas belum ada setengah kekuatan yang dimiliki Kaltim, khususnya dari Berau. “Jujur saja, kekuatan kami yang turun di kejurnas itu baru tiga perempat saja. Kalau full power, saya jamin kami dapat 8 emas, bukan 6 emas,” paparnya.
Sementara, Manajer Layar Kaltim, Ida Nursanti menyebut prestasi ini tentu menjadi motivasi bagi atlet layar Kaltim jelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Pasalnya, layar menjadi cabang olahraga (cabor) unggulan dalam mendulang emas. Jika melihat raihan tersebut, lanjutnya, maka sudah sesuai dengan target yang dibidik Porlasi Kaltim. “Ini sesuai dengan target. Ini menjadi modal berharga kami menuju PON nanti,” harapnya.
Ida berharap, atlet layar Kaltim, khususnya Berau, dapat memberikan prestasi lebih meningkat. Tidak hanya di level nasional, tapi juga di internasional.
“Saya juga meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat Berau, agar prestasi atlet-atlet ini semakin terbuka,” tandasnya. (aky/arp)