TANJUNG REDEB – Pembangunan sirkuit permanen di Berau sudah digaungkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau sejak lama, namun sampai saat ini hal tersebut belum juga terealisasi.
Kali ini Bupati Berau Sri Juniarsih, kembali memberi ‘angin segar’ terkait dengan pembangunan venue yang diwacanakan dibangun di kawasan Teluk Bayur.
Kata bupati, terkait dengan sirkuit balap memang menjadi perhatian Pemkab Berau untuk bisa mengakomodir para pecinta otomotof khususnya roda dua yang ingin memiliki sirkuit secara permanen. “Kami (Pemkab Berau, red) akan mematangkan
kembali rencana untuk membangun sirkuit balapan pertama di Berau,” ujarnya, kemarin (13/6).
Menurutnya, daerah memang sudah harus membangun sirkuit, karena jalanan umum di pusat kota sering dijadikan lintasan balapan liar oleh para remaja. Yang memprihatinkan, balapan liar itu katanya, dilakukan anak usia Sekolah Menengah Pertama (SMP) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).
Karena itu menurutnya, dibutuhkan aksi pemerintah untuk mengakomodir hobi anak muda tersebut.
“Daripada mereka balapan di jalan umum, memang lebih baik dibuatkan sirkuit resmi yang dikelola pemerintah,” ucapnya.
Apalagi tidak dimungkirinya juga, Berau memiliki atlet balap yang mampu bersaing di kancah nasional.
Sehingga, hal itu juga memang saat ini lanjut Sri Juniarsih, pemerintah tengah memastikan status lahan hibah pemberian masyarakat tersebut. Nanti pihaknya akan memanggil Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, untuk memastikan progres perencanaan yang sudah bergulir itu.
“Kami pastikan dulu status lahannya. Semoga tahun ini sudah ada kepastian. Saya akan panggil juga OPD terkait perencanaan ini,” tandasnya.
Di tempat terpisah, Ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Berau, Noviar Ridwan, menyambut baik pernyataan Bupati Sri Juniarsih, meski wacana terkait pembuatan sirkuit tersebut sudah sering kali gagal. "Kita sambut baik adanya wacana tersebut, karena memang sudah semestinya Berau memiliki sirkuit permanen,” tegasnya.
Namun dirinya berharap Pemkab Berau bisa benar-benar memastikan bahwa pembangunan sirkuit tersebut terlaksana. Karena menurut Ridwan, sejak beberapa tahun lalu wacana tersebut sudah tercetuskan. “Berau memiliki atlet berprestasi di bidang balap, bahkan sudah ada yang bermain di luar daerah hingga nasional,” sebutnya.
Maka dari itu, pembangunan sirkuit memang dibutuhkan agar para remaja pencinta otomotif memiliki wadah, dan pihaknya juga bisa memonitoring seluruh atlet berbakat.
“Jika tidak ada sirkuit, kita juga susah untuk menata atlet-atlet yang memiliki potensi, sehingga memang kita sangat butuh sirkuit, semoga saja ini bukan hanya menjadi wacana saja,” tandasnya. (aky/sam)