Utama Pemerintahan Sanggam Kaltara Ekonomi Kombis Gaya Hidup All Sport Makan-Makan Parlementaria Polhukrim Entertaiment Catatan

Melihat Persiapan Cabor Layar Kaltim untuk PON XXI Aceh-Sumut 2024: 19 Atlet Latihan 80 Jam Sebulan

Muhammad Sholehudin Al Ayubi • Selasa, 21 Mei 2024 | 00:17 WIB
PELATIHAN: Beberapa atlet cabor Layar Kaltim berlatih di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.
PELATIHAN: Beberapa atlet cabor Layar Kaltim berlatih di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan.

Sebanyak 19 atlet asal Kalimantan Timur sedang disiapkan untuk berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut 2024. Tidak muluk-muluk, target 6 medali emas pun siap dikantongi para atlet. Kini mereka tengah latihan intensif di Kampung Tanjung Batu, Kecamatan Pulau Derawan, sebelum berlayar September nanti.


AMNIL IZZA, Tanjung Batu

 

KETUA Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltim, Rusdiansyah Aras, menuturkan, cabang olahraga (Cabor) layar menjadi andalan di Kaltim pada PON XX Papua 2021, karena berhasil mencetak atlet berprestasi dengan perolehan 5 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu. Hingga pada babak kualifi kasi pra-PON XXI Aceh-Sumut tahun 2023 di Jakarta, atlet asal Kaltim kembali menorehkan prestasi terbaiknya dengan raihan 7 medali emas, 2 perak dan 2 perunggu.

"Cabor layar kita dibesarkan di Tanjung Batu. Setelah sebelumnya diberikan pembinaan selama satu bulan di Samarinda," katanya.

Dukungan bagi para atlet datang silih berganti dari berbagai pihak, salah satunya dari Ketua Kontingen Kaltim PON XXI Aceh Sumut 2024, Isran Noor. Dari kantong pribadinya memberikan sembako kepada orangtua dan masyarakat sekitar yang telah menunjukan dukungan moral terhadap para atlet yang akan berjuang nantinya.

Pesan tersebut dibawa langsung oleh Rusdiansyah, usai meninjau venue latihan tim layar di Tanjung Batu, belum lama ini.

Dukungan itu diharapkan dapat memacu semangat atlet, agar terus berjuang memberikan yang terbaik bagi Kaltim. Diceritakannya, para atlet juga telah diberikan tryout atau uji coba satu kali di luar negeri dan satu kali di dalam negeri.

"KONI Kaltim siap memberikan angin segar kepada peraih medali emas pada PON XXI Aceh-Sumut 2024, sebesar Rp 40 juta," bebernya.

Dari cabor layar saja tercatat 19 atlet, 6 pelatih, dan 2 official. Mereka tergabung dalam 824 orang lainnya dalam Kontingen Kaltim PON XXI Aceh-Sumut 2024. Tidak lupa, mereka yang telah mengharumkan nama Kaltim akan diberikan uang saku sebesar Rp 5 juta bagi atlet peraih medali emas, Rp 3,5 juta untuk peraih medali perak, dan Rp 2,5 juta bagi peraih perunggu. Bahkan non medali tetap diberi uang saku sebanyak Rp 1 juta per orang.

Dirinya mengajak seluruh pihak bekerja sama dan sama-sama bekerja untuk Kaltim berdaulat jilid 2 dalam peningkatan prestasi emas menuju PON XXI Aceh-Sumut 2024. Pihaknya juga sangat berterima kasih kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, utamanya kepada Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kaltim selaku instansi teknis yang selama ini mendukung kesuksesan para atlet. Bahkan Pj Gubernur siap memberikan bonus dari usulan yang ditingkatkan menjadi Rp 300 juta.

Sementara Ketua Persatuan Olahraga Layar Indonesia (Porlasi) Kaltim, Teddy Abay, mengungkapkan, atlet tercilik yang disiapkan saat PON XXI Aceh-Sumut 2024 berusia 14 tahun. Dengan perhitungan yang matang, Layar Kaltim dikatakannya akan menyabet dominasi kelas pemula.

Tidak ada penjadwalan khusus untuk berlatih, ketika waktunya sekolah mereka tetap harus masuk. Namun yang jelas, persiapannya dilakukan sejak PON XX Papua 2021 usai. Bersama tim, pihaknya giat mencari bibit-bibit unggul atlet cilik yang saat itu masih berusia 8 tahun. Bahkan beberapa atlet veteran lainnya langsung meminta latihan usai menyumbangkan medali pada PON Papua.

"Tentunya tidak ada paksaan. Para atlet sendiri ingin terus berlatih agar tidak kehilangan skill mereka. Kami memang melakukan pelatihan secara berlapis, berdasarkan analisis umur atlet," akunya.

Dalam seminggu, para atlet dilatih dalam lima kali pertemuan. Akumulasinya mereka berlatih 80 jam dalam sebulan. Jika dikali 12 bulan akan menghasilkan sekitar 1.000 jam dalam setahun. Dengan latihan yang ketat itu, para atlet diharapkan dapat menyumbang banyak medali emas untuk Kaltim. Menurutnya, semakin banyak jam terbang latihan, akan menambah keahlian mereka dalam berlayar.

"Biaya operasional kami siasati dengan internal MoU. Semua kewajiban dan hak diatur sedemikian rupa untuk kepentingan pelatihan berkelanjutan. Kami menyisihkan sebagian hak kami untuk dikelola bersama menjadi modal dasar untuk melakukan latihan tersebut," terangnya.

Kini tinggal penyesuaian usia dan kelas yang dilombakan. Pihaknya menyatakan siap untuk bertanding, apalagi semua sudah terprogram sejak awal. Atlet layar Kaltim sendiri tersebar dari berbagai kabupaten/kota seperti Berau, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Paser, dan Balikpapan. Pun terkait peralatan sudah disiapkan dengan matang. Beberapa juga ada yang masih dalam perjalanan dari Singapura menuju Jakarta.

"Ada 19 atlet yang terdiri dari 11 putra dan 8 putri, mereka mengikuti 17 nomor tanding. Mereka berasal dari jenjang pendidikan yang berbeda, mulai dari SD, SMP, SMA hingga S1," sebutnya.

Dari 18 nomor tanding, layar Kaltim mengikuti 17 nomor tanding, dan 12 di antaranya merupakan nomor tanding konvensional.  Diucapnya, nomor tanding unggulan cabor layar Kaltim yaitu, optimis putra dan putri, laser 4.7 putra, laser radial putra, kelas internasional putra dan putri, dan kelas internasional 470 campuran. Meski belum termasuk poin, asalkan atlet tidak berubah dan menjaga kesehatan.

Dia optimistis bisa meraih medali. Juara umum tentu menjadi target, minimal perolehan sama seperti saat PON XX Papua 2021, atau jika bisa bertambah menjadi 6 medali emas. Kesempatan untuk meraih medali menurutnya sangat terbuka lebar.

"Paling tidak sama seperti PON XX Papua 2021. Selain Kaltim, daerah lain belum ada yang mendekati 4 emas. Bagi kami 5-6 medali emas sudah cukup tinggi," paparnya.

Teddy menambahkan, Layar Kaltim berada di bawah Yayasan Nusa Olahraga Bahari Berau. Dimana ternyata yayasan ini merupakan bapak angkat kecil olahraga layar yang bisa menjamin keberlanjutan sistem. Di sisi lain juga untuk menjaga aset-aset yang selama ini dibantu pihak ketiga dikelola oleh yayasan. (sam)

 
Editor : Muhammad Sholehudin Al Ayubi
#berau #layar #olahraga #pon