BERAU POST - Fermin Aldeguer mengungkapkan beberapa keraguan pribadi yang ia miliki sebelum musim MotoGP 2025 setelah dinobatkan sebagai rookie terbaik tahun ini.
Dilansir laman Crash (27/10), musim Aldeguer dimulai secara relatif anonim, tetapi performa menjanjikan pada putaran ketiga musim di Texas, sebelum kecelakaan, menjadi pertanda akan datangnya sesuatu.
Pembalap asal Murcia, yang memulai musim saat masih remaja tetapi kini telah berusia 20 tahun, kemudian meraih podium Sprint pertamanya di Le Mans, dan podium Grand Prix pertamanya sehari kemudian.
Dari sana, dia muncul sebagai ancaman bagi Marc Marquez di akhir GP Austria ,sebelum menjadi rookie pertama yang menang di MotoGP sejak Brad Binder pada tahun 2020 di Mandalika.
Dua balapan kemudian, gelar rookie terbaik tahun ini jatuh ke tangan Aldeguer setelah Sprint MotoGP Malaysia.
“Saya sangat senang karena itu adalah salah satu tujuan pertama kami dan mungkin tujuan terpenting, menjadi rookie terbaik tahun ini,” ujar Fermin Aldeguer kepada MotoGP.com setelah Sprint Sepang.
“Saya harus mengucapkan terima kasih kepada semua orang di tim saya. Saya tahu semua orang ini lebih menikmatinya daripada saya, tetapi kami harus terus seperti ini," tambah Adeguer.
Meskipun Aldeguer akhirnya menjadi pemenang di tahun pertamanya dan yang pertama di antara para pembalap tahun pertama, ia sempat ragu sejak awal.
“Sejujurnya, di bulan Februari, saat balapan pertama, saya pikir mungkin saya belum siap menjadi pembalap MotoGP karena pembalap rookie lain memulai lebih baik dari saya,” kata Aldeguer.
Aldeguer merasa jauh dari para pembalap top di seluruh tim, namun dia tetap percaya diri dengan potensi yang dimilikinya sehingga ia harus terus berbuat lebih banyak.
“Tapi, sejujurnya, saya belajar banyak tahun ini. Ini sempurna untuk sisa karier saya," ungkapnya.
Aldeguer melintasi garis finis di posisi ketiga dalam Sprint, satu posisi di belakang rekan setimnya di Gresini Racing, Alex Marquez, meskipun ia merasa memiliki potensi untuk berbuat lebih banyak tanpa start yang buruk.
“Balapan yang sulit. Terlebih di start, karena saya kehilangan beberapa posisi. Saya banyak bersaing dengan Joan, dia sangat cepat dengan ban baru, tetapi saya menemukan posisi yang tepat untuk menyalip dan tidak melakukan kesalahan," jelasnya.
Diceritakan Aldeguer, saat ia menyalip Pedro, dia mulai bisa menyesuaikan kecepatan motornya dan merasa akan unggu di posisi ketiga.
Namun, pembalap Spanyol itu kehilangan podium karena penalti tekanan ban, membuatnya turun ke posisi ketujuh.
Ia menjelaskan bahwa alarm tekanan ban depannya tidak berfungsi dengan benar sejak awal balapan, yang membuatnya tidak memperhatikan peringatan yang diberikan alarm tersebut dengan semestinya.
“Selama balapan, saya melihat alarm, saya sensor tekanan tidak berfungsi,” katanya.
“
Saya tidak tahu. Saya sangat dekat dengan pembalap lain, saya mencoba [menambah] tekanan, tetapi saya selalu berpikir bahwa masalahnya berasal dari sensor – bukan karena tekanan ban," tuturnya.
Hukuman Aldeguer tidak memengaruhi gelarnya sebagai rookie of the year, tetapi itu berarti ia kehilangan podium Sprint-nya di lembar statistik.
Podium tersebut jatuh ke tangan Pedro Acosta, yang telah meraih lima podium musim ini. (smi)
Editor : Nurismi