BERAU POST - Veda Ega Pratama pebalap muda dengan segudang prestasi yang membanggakan Indonesia.
Lelaki kelahiran pada 23 November 2008 berasal dari Gunung Kidul, Yogyakarta dimana saat ini sedang menempuh ajang balap bernama 'Rookies Cup'.
Dilansir dari laman resmi Red Bull pada Selasa (15/7), sejak usia dini, semangat balap sudah mengalir dalam darah Veda.
Veda mulai mengenal dunia balap saat masih berusia lima tahun, ketika sang ayah memberinya Mini GP.
Sang ayah adalah pembalap di kelas Super Sport 600 Kejuaraan Nasional dan merupakan sosok penting yang mengenalkannya pada lintasan balap.
Karier balap Veda dimulai secara resmi saat ia berusia enam tahun. Dukungan penuh dari keluarga.
Terutama ayahnya sebagai pengusaha dan ibunya sebagai ibu rumah tangga, menjadi pilar utama dalam perjalanannya.
Diketahui bahwa Veda juga memiliki seorang adik perempuan yang enam tahun lebih muda darinya.
Veda mengungkapkan bahwa pembalap asal Australia Casey Stoner sebagai pahlawan dan inspirasinya.
Veda bercita-cita menjadi pembalap MotoGP pertama dari Indonesia dan menjadi juara dunia. Di luar dunia balap,
Selain balap diketahui bahwa pembalap berusia 16 tahun ini juga gemar memancing, bersepeda, dan berolahraga saat di sekolah.
Pada ajang Asia Talent Cup 2023, Veda meraih kesuksesan besar dengan menjadi juara Indonesia pertama sepanjang sejarah ajang tersebut.
Balapan terbaiknya berlangsung di Ronde 5 Malaysia, di mana Veda berhasil mengunci gelar juara dan menjadikan momen itu sebagai kenangan terbaik dalam kariernya sejauh ini.
Tahun 2024 menjadi titik penting dalam perjalanan karier Veda karena untuk pertama kalinya ia berlaga di Eropa melalui ajang Red Bull Rookies Cup.
Veda juga turut mengungkapkan bahwa dia belajar dari pembalap-pembalap Eropa, mengenal sirkuit baru, serta beradaptasi dengan motor KTM setelah sebelumnya memakai Honda NSF250R.
Veda menyebut dua balapan terbaiknya di tahun 2024, yakni Balapan 2 di Austria dan balapan terakhir di Misano.
Di Austria, Veda berhasil mengejar ketertinggalan dan merebut podium pertamanya.
Sementara di Misano, meskipun tidak naik podium, Veda tetap bertarung sengit dengan para pembalap terbaik.
Tahun 2024 memberinya banyak pelajaran dan pengalaman, termasuk berlatih bersama pembalap MotoGP di trek datar.
Namun, tidak semua berjalan mulus Veda sempat mengalami dua kali kecelakaan di Balapan 1 Jerez.
Meski begitu, pada musim 2025, Veda berhasil meraih dua kemenangan di Red Bull Rookies Cup dimana dia berhasil memenangkan balapan di Mugello, Italia dan di Sachsenring, Jerman.
Hal ini membuat Veda untuk terus berusaha dapat banyak memenangkan balapan berikutnya sekaligus mencetak sejarah sebagai pembalap asal Indonesia yang dapat menjuarai dikelas Eropa. (jpg/smi)
Editor : Nurismi